Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 75 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 75 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 137 •  Quarter Hizb 14.5 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَكَذٰلِكَ نُرِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ مَلَكُوْتَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَلِيَكُوْنَ مِنَ الْمُوْقِنِيْنَ

Wa każālika nurī ibrāhīma malakūtas-samāwāti wal-arḍi wa liyakūna minal-mūqinīn(a).

Demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 75
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apa yang disampaikan Nabi Ibrahim sedemikian kukuh sebagai buah dari keyakinannya yang lurus dan bimbingan Allah. Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan Kami yang terdapat di langit dan di bumi agar semakin mantap keyakinannya dan semakin kuat argumennya, dan agar dia termasuk orang-orang yang semakin kukuh ke-yakin-annya, bahwa tiada Pencipta dan Pengatur di alam raya ini selain Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memberikan penjelasan, bagaimana Dia menampakkan keagungan ciptaan-Nya di langit dan di bumi, tata susunannya ataupun keindahan tata warnanya. Allah menampakkan kepada Ibrahim benda-benda langit yang beraneka ragam bentuk dan susunannya, serta beredar menurut ketentuannya masing-masing secara teratur. Bumi yang terdiri dari lapisan-lapisan yang banyak mengandung barang tambang dan perhiasan, sangat berguna bagi kepentingan manusia.

Kesemuanya itu menjadi bukti adanya kekuasaan Allah, yang dapat dipahami oleh manusia jika mereka mau berpikir sesuai dengan fitrahnya.

Allah menjelaskan pula tujuan dari pengenalan Ibrahim terhadap keindahan ciptaan-Nya yaitu agar Ibrahim benar-benar mengenal hukum alam yang berlaku di dunia ini, dan kekuasaan Allah yang mengendalikan hukum-hukum itu, agar dapat dijadikan bukti ketika menghadapi orang-orang musyrik yang sesat, dan menjadi pegangannya agar termasuk orang yang betul-betul meyakini keesaan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Mūqinīn اَلْمُوْقِنِيْ نَ(al-An‘ām/6: 75)

Isim fa’il dari ayqana. Kata dasarnya adalah yaqin. Yaqin adalah pengetahuan yang didapatkan setelah merenung dan memikirkan. Yaqin

dihasilkan setelah adanya syubhat atau keraguan. Dalam menghadapi satu persoalan seseorang biasanya merasa ragu, tapi setelah dia mendapatkan banyak dalil atau petunjuk, keraguan itu sedikit demi sedikit akan sirna, digantikan oleh perasaan tenang dan tenteram.

2. Janna جَنَّ (al-An‘ām/6: 76)

Asal katanya (ج- ن- ن) artinya tertutup dari pandangan. Jin dikatakan demikian karena makhluk ini tidak dapat dilihat atau tertutup dari pandangan mata kita. Jannah atau kebun karena banyaknya pepohonan sehingga orang yang berada di dalamnya tertutup dan tidak dapat dilihat. Majnūn atau orang gila, karena akalnya tertutup. Janan artinya hati, karena hati berada di dalam dada yang tertutup oleh pandangan. Janīn artinya bayi dalam kandungan, karena tertutup oleh perut. Dengan demikian kata janna pada ayat tersebut bisa diartikan dengan “ketika dia (Ibrahim) tertutupi oleh gelapnya malam.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto