Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 65 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 65 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 135 •  Quarter Hizb 14.25 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰٓى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

Qul huwal-qādiru ‘alā ay yab‘aṡa ‘alaikum ‘ażābam min fauqikum au min taḥti arjulikum au yalbisakum syiya‘aw wa yużīqa ba‘ḍakum ba'sa ba‘ḍ(in), unẓur kaifa nuṣarriful-āyāti la‘allahum yafqahūn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Yang Maha Kuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu247) atau Dia memecah belah kamu menjadi golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(-nya).248)

Makna Surat Al-An‘am Ayat 65
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sebagaimana Allah Mahakuasa menyelamatkan manusia dari bencana, Allah pun Mahakuasa menimpakan bencana kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Wahai para pendurhaka, jangan kalian merasa aman dari siksa Allah, karena Dialah yang berkuasa mengirimkan azab yang amat pedih kepadamu. Azab itu bisa datang dari atas seperti badai topan, kilat yang menyambar, atau dari bawah kakimu seperti gempa dan banjir bandang, atau dapat juga berupa Dia mencampurkan kamu yakni memecah belah masyarakat kamu ke dalam golongan-golongan yang saling bertentangan dan saling bermusuhan sehingga merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Maka Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan dengan berbagai cara dan juga secara berulang-ulang tanda-tanda kekuasaan Kami agar mereka memahami-nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini merupakan peringatan yang keras terhadap orang-orang yang hanya mengingat kepada Allah dalam keadaan menderita dan sengsara, kemudian setelah penderitaan dan kesengsaraan itu lenyap, mereka kembali mempersekutukan Allah.

Peringatan itu ialah bahwa Allah berkuasa mendatangkan azab yang tidak diketahui oleh manusia hakikatnya, mungkin dari atas atau dari bawah, mungkin dari kanan atau dari kiri, mungkin berupa angin topan atau letusan gunung berapi yang dahsyat, atau mengacaubalaukan manusia, sehingga mereka menjadi bergolong-golongan dan berpuak-puak yang selalu bersengketa atau mereka saling membunuh sesama mereka sehingga sebagian mereka merasakan keganasan sebagian yang lain. Karena itu hendaklah orang-orang kafir itu ingat bahwa sekalipun pada suatu waktu mereka telah diselamatkan Allah dari penderitaan dan kesengsaraan, tetapi bila mereka ingkar kembali, Allah Kuasa mendatangkan malapetaka yang lebih hebat dari itu.

Menurut Ibnu ‘Abbās yang dimaksud dengan “azab dari atasmu” ialah pembesar-pembesar kamu, dan yang dimaksud dengan “azab dari bawah kakimu” ialah yang datang dari budak-budak dan rakyat jelata.

“Azab” yang dimaksud oleh ayat ini ialah segala macam malapetaka yang menimpa manusia, seperti peperangan, penganiayaan, penindasan, banjir, letusan gunung, musim kemarau dan sebagainya.

Allah memerintahkan agar Nabi dan kaum Muslimin memperhatikan bagaimana Allah menjelaskan dan mendatangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya silih berganti, dengan berbagai rupa dan cara agar dengan cara yang demikian itu mudah dipahami dan diyakini, mudah diketahui mana yang benar dan mana yang batil.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yunajjīkum يُنَجِّيْكُمْ (al-An‘ām/6: 63)

Bentuk muḍari’ dari najjā. Kata ini terambilkan dari kata “an-najwah” artinya tempat yang tinggi. Jika dikatakan “yunajjī” berarti melemparkan sesuatu ketempat yang tinggi, sehingga terhindar dari banjir dan lainnya. Lalu digunakan untuk perihal penyelamatan dari segala mara bahaya.

2. Yalbisakum Syiya’an يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا (al-An‘ām/6: 65)

Yalbisakum bentuk muḍari’ dari labasa yang artinya mencampurkan, membuat sesuatu menjadi tidak jelas. Jika muḍari’nya yalbasu seperti pada kata talbasūnahā (an-Naḥl/16: 14) maka maḍinya labisa yang artinya memakai dan menutupi. Akar kata dari keduanya adalah (ل- ب- س) yang berarti percampuran atau saling merasuki (mukhalaṭah wa mudakhalah). Pakaian dikatakan libas karena benda itu melekat dan bercampur dengan pemakaianya. Malam juga disebut libās (al-Furqān/25: 47) karena kegelapan malam telah meliputi seseorang seperti juga pakaian. Suami atau isteri juga dikatakan libās (al-Baqarah/2: 187) karena keduanya sudah bercampur atau saling menutupi kejelekan masing-masing. Ketakwaan juga disebut libās (al-A‘rāf/7: 26) karena ketakwaan sangat mempengaruhi pribadinya dari seluruh sisi. Ketakutan dan kelaparan juga disebut libās (an-Naḥl/16: 112) karena keduanya telah meliputi kehidupan orang-orang yang ingkar terhadap Allah.

Sedangkan kata syiya’an adalah jamak dari syi’ah yang artinya sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama. Kata dasarnya adalah (ش- ي- ع) yang mempunyai dua arti. Pertama, saling memperkuat (mu’aḍadah). Kedua, menyebar (al-baṡṡ).

Dari penjelasan di atas maka ungkapan yalbisakum syiya’an berarti “mencampurkan kamu atau memecah belah kamu dalam golongan (yang saling bertentangan).” Bisa juga diartikan “Dia (Allah) menggelapkan urusanmu, akhirnya kemauanmu saling bertentangan, sedangkan kamu terpecah dalam kelompok-kelompok, maka semakin menjadikan kamu bercerai berai.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto