Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 50 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 50 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 326 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَهٰذَا ذِكْرٌ مُّبٰرَكٌ اَنْزَلْنٰهُۗ اَفَاَنْتُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ ࣖ

Wa hāżā żikrum mubārakun anzalnāh(u), afa antum lahū munkirūn(a).

Ini (Al-Qur’an) adalah peringatan yang diberkahi yang telah Kami turunkan. Maka, apakah kamu menjadi pengingkar terhadapnya?

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 50
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bani Israil, umat Nabi Musa dan Harun, sebagian besar mengingkari Taurat yang berisi pembeda, penerangan dan pelajaran bagi yang bertakwa.DanAl-Qur’an ini bagi kamu sekalian, umat Nabi Muhammad adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan untuk umat akhir zaman. Maka apakah kamu mengingkarinya sebagaimana Bani Israil mengingkari Taurat?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah mengalihkan perhatian kepada Al-Qur’an yang diturunkan-Nya kepada Nabi dan Rasul-Nya yang terakhir, Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an itu merupakan peringatan dan pelajaran yang sangat bermanfaat untuk orang-orang yang bertakwa, sehingga sepatutnyalah perintah dan larangan diikuti dan dijadikan pegangan dalam meniti jalan hidup.

Pada akhir ayat ini Allah mencela sikap kaum yang masih mengingkari Al-Qur’an, padahal tidak ada satu alasan pun bagi mereka untuk mengingkarinya, memang Al-Qur’an hanya memberi pelajaran dan tuntunan yang bermanfaat bagi mereka yang mau mengikutinya. Lagi pula, kebaikan dan manfaat Al-Qur’an itu sudah dijelaskan kepada mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Furqān اَلْفُرْقَانْ (al-Anbiyā’/21:48)

Al-fu rqān berasal dari kata faraqa yafruqu yang bermakna al-infiṣal (terpisah). Berbeda dengan kata al-falq yang lebih dekat kepada arti terbelah (al-insyiqāq). Al-firqah adalah kelompok yang berpisah dari jamaah yang lain. Faraqa juga bermakna memisahkan antara dua hal. Al-Qur’an disebut juga dengan al-Furqān karena Al-Qur’an adalah pembeda atau pemisah antara yang haq dan yang batil (al-Isrā’/17:106). Perang Badar disebut dengan Yaum al-Furqān karena pada saat itulah hari di mana dipisahkan antara yang hak dan batil (al-Anfāl/8:41). Juga diartikan dengan cahaya yang bisa membedakan yang hak dan batil (al-Anfāl/8:29). Al-firāq dan al-mufāraqah biasa digunakan untuk pemisahan yang bersifat fisik. (al-Kahf/18:78). Sedangkan maksud ayat ini adalah bahwa telah diberikan kepada Nabi Musa dan Harun al-Furqān. Dalam hal ini, ditafsirkan dengan kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa sebagai tuntunan dalam membedakan antara yang hak dan batil, karena di dalamnya berisi syari’at, yaitu hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang membedakan antara yang hak dengan yang batil.

2. Munkirūn مُنْكِرُوْنَ (Al-Anbiyā’/21:50)

Munki rūn adalah bentuk jamak dari lafal mufrad yaitu munkir. Al-Inkār merupakan lawan kata dari al-’irfān. Asal mula pengertiannya adalah apa yang ada dalam hati tidak sesuai dengan apa yang ada dalam benaknya. Al-Inkār merupakan bagian dari kejahilan dan kebohongan. Nakara menunjukkan sesuatu yang tidak jelas dan belum diketahui. Para ulama nahwu menyebut isim yang bersifat umum dengan sebutan isim nakirah. Al-Munkar adalah setiap pekerjaan yang dicela oleh akal dan logika yang benar atau oleh syariah. Perintah amar ma’ruf nahi munkar merupakan ajakan untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari hal-hal yang dilarang oleh syariat (munkar). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang mempunyai berkah yang diturunkan oleh Allah, maka tidak ada alasan untuk mengingkari keberadaannya sebagai wahyu dari Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto