Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 51 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 51 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 326 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

۞ وَلَقَدْ اٰتَيْنَآ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ

Wa laqad ātainā ibrāhīma rusydahū min qablu wa kunnā bihī ‘ālimīn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan kepada Ibrahim petunjuk sebelum (Musa dan Harun) dan Kami telah mengetahui dirinya.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 51
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada Surah al-Anbiya’ ayat 48 dijelaskan bahwa Allah telah memberikan al-Furqan, yang membedakan hak dan batil, sebagai penerangan, dan pelajaran kepada Musa dan Harun. Sementara pada ayat ini, Allah menjelaskan ketokohan Ibrahim, pejuang tauhid dan ayahanda para nabi dan rasul. Dan sungguh, sebelum dia, Musa dan Harun yang diutus menghadapi Fir’aun guna membebaskan Bani Israil, telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, sejak remaja; dan Kami telah mengetahui sifat, karakter, dan kegigihan dia, Ibrahim, dalam menghapuskan penyem-bahan kepada patung dan berhala guna menegakkan ajaran tauhid.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah telah mengutus Nabi Ibrahim a.s., dan Dia telah mengkaruniakan hidayah kepadanya dan menjadikannya pemimpin umatnya dalam mencapai keselamatan dunia dan akhirat. Dengan hidayah tersebut ia telah dapat menyelamatkan dirinya dan umatnya dari kepercayaan yang sesat dan dari penyembahan kepada selain Allah, seperti patung dan berhala.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah benar-benar mengetahui hal ihwal Ibrahim, baik sebelum diutus menjadi rasul, maupun sesudahnya. Artinya; Allah mengetahui benar kepribadian, watak dan budi pekertinya. Ibrahim adalah seorang yang menganut kepercayaan tauhid kepada Allah, tanpa dicampuri oleh kemusyrikan sedikit pun, disamping itu ia juga mempunyai sifat-sifat dan budi pekerti luhur, sehingga tepatlah kalau ia dipilih dan diangkat menjadi nabi dan rasul.

Kebanyakan para mufasir mengatakan bahwa Allah telah memberikan petunjuk kebenaran itu kepada Ibrahim sejak sebelum ia diangkat menjadi Rasul, sehingga dengan petunjuk itu ia dapat memperhatikan alam ini sehingga ia sampai kepada keyakinan tentang adanya Allah Yang Maha Esa. Oleh sebab itu, perjuangannya dalam membasmi kemusyrikan berupa penyembahan patung dan berhala di kalangan kaumnya telah dilakukannya sebelum ia diangkat menjadi rasul.

Sebagai penjelasan layak diterangkan di sini bahwa menurut sejarah Nabi Ibrahim berasal dari Ur al-Kaldaniyah (Ur Kaldea) ibu kota Kerajaan Kaldan (Kaldea) di Mesopotamia Selatan. Kerajaan Kaldea itu diperintah oleh seorang raja yang bernama Namrūz memerintah tahun 2300 SM, sebelum pemerintahan Hammurabi yang memerintah tahun 2000 SM. Raja Namrūz ini terkenal sebagai seorang raja yang amat kejam dan mengaku dirinya sebagai tuhan. Orang-orang Kaldan di samping menyembah tuhan-tuhan yang berupa patung-patung, diperintahkan juga agar menyembah Namrūz.

Raja Namrūz inilah yang menyuruh membakar Nabi Ibrahim. Akhirnya Nabi Ibrahim bersama istrinya yang bernama Sarah dan saudara laki-lakinya yang bernama Lut meninggalkan kota Ur, berhijrah ke Harran dan kemudian ke Palestina.

Pada suatu ketika terjadi kelaparan di Palestina, maka Ibrahim bersama istrinya dan Lut bersama istrinya pergi ke Mesir. Di Mesir Ibrahim menghadap Firaun. Firaun memberi mereka hadiah-hadiah, di antara hadiah-hadiah itu seorang perempuan yang bernama Hajar untuk Sarah istri Ibrahim. Setelah kembali ke Palestina, Lut berpisah dan pergi ke Sodom, sebuah kota dekat Laut Mati di Yordania.

Oleh karena Sarah dan Ibrahim belum mempunyai putra, maka Hajar dihadiahkan oleh Sarah kepada Nabi Ibrahim untuk dijadikan istri. Dengan Hajar, Ibrahim mendapat putra, yaitu Ismail. Kemudian oleh Ibrahim Siti Hajar dan Ismail dipindahkan ke Mekah. Di Mekah Nabi Ibrahim mendirikan kembali Ka’bah, dan Ismail bermukim di Mekah.

Nabi Ibrahim di masa tuanya dikaruniai seorang putra lainnya dari istri pertamanya Sarah, yaitu Ishak. Nabi Ibrahim meninggal dunia dan dikubur-kan di Hebron, yaitu tempat di mana Sarah telah dikuburkan lebih dahulu. Dari keturunan Ibrahim a.s., banyak terdapat nabi-nabi, imam-imam, orang-orang yang saleh dan pemimpin yang menyeru kepada agama Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Rusydahū رُشْدَهُ (al-Anbiyā’/21:51)

Lafal rusyd berasal dari kata rasyada yarsyudu yang berarti mencapai kedewasaan. Makna dasarnya adalah ketepatan dan kelurusan jalan. Ar-Rusydu adalah antonim dari lafal al-gay (bodoh atau pandir). Rusyd juga digunakan untuk petunjuk atau hidayah (al-Baqarah/2:256). Rusyd bagi manusia adalah kesempurnaan akal dan jiwa. Dalam an-Nisa/4:36, disebutkan jika anak yatim telah mencapai rusyd, diartikan dengan telah mencapai kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Sebagian ulama mengartikan dengan kekuatan dan keteguhan. Dari sini lahir kata rasyādah yang berarti batu karang. Lafal ar-rasyad merupakan bentuk khusus dari lafal rusyd. Jika rusyd digunakan untuk hal-hal yang bersifat duniawi dan akhirat, maka lafal rasyād lebih khusus pada akhirat (al-Kahf/18:24). Sifat rusyd yang dimiliki manusia, semuanya melalui bantuan Allah dan bimbingan-Nya. Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah telah menganugerahkan Ibrahim a.s., petunjuk-Nya. Rusyd dalam hal ini tentu berbeda dengan rusyd anak yatim, bahwa Nabi Ibrahim a.s., telah mendapatkan hidayah kebenaran Ilahi sebelum Nabi Musa dan Harun. Nabi Musa pernah memohon melalui hamba Allah yang dianugerahi rusydā, namun Musa gagal dalam ujian yang diikutinya. (al-Kahfi/18:66). Nabi Muhammad saw dituntun untuk berdoa agar Allah memberikan petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya (rasyad) dari ini (al-Kahf/18:24).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto