Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 52 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 52 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 326 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا هٰذِهِ التَّمَاثِيْلُ الَّتِيْٓ اَنْتُمْ لَهَا عٰكِفُوْنَ

Iż qāla li'abīhi wa qaumihī mā hāżihit-tamāṡīlul-latī antum lahā ‘ākifūn(a).

(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?”

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 52
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Perjuangan Nabi Ibrahim dalam menegakkan ajaran tauhid dimulai sejak remaja, ketika dia berkata kepada ayahnya yang bernama Azar, dan kaumnya, di Kota Ur, Kaldea, Mesopotamia Timur. Wahai ayahku dan kaumku, “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya, padahal patung-patung itu benda mati yang tidak bergerak dan tidak mendengar doa kamu?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah mengaruniakan petunjuk kepada Ibrahim, sehingga ia bertanya kepada ayahnya Azar yang sedang berkumpul bersama kaumnya, tentang patung-patung yang mereka buat dan mereka sembah dengan tekun.

Pertanyaan itu mengandung arti bahwa Azar dan kaumnya seharusnya menggunakan akal pikiran mereka untuk merenungkan bahwa benda-benda tersebut tidak patut disembah, karena tidak mempunyai sifat-sifat sebagai Tuhan yang layak untuk disembah. Mereka menyembah barang-barang yang dicipta, bukan pencipta, serta tidak dapat mendatangkan manfaat untuk dirinya, apalagi untuk orang lain. Mereka tidak mau menyembah Allah padahal Allah adalah Pencipta, Pemelihara, Pendidik, Pelindung, dan Penguasa seluruh mahluk. Andaikata mereka mau memikirkannya, niscaya mereka tidak akan berbuat demikian. Jadi mereka itu sebenarnya adalah orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikiran yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Rusydahū رُشْدَهُ (al-Anbiyā’/21:51)

Lafal rusyd berasal dari kata rasyada yarsyudu yang berarti mencapai kedewasaan. Makna dasarnya adalah ketepatan dan kelurusan jalan. Ar-Rusydu adalah antonim dari lafal al-gay (bodoh atau pandir). Rusyd juga digunakan untuk petunjuk atau hidayah (al-Baqarah/2:256). Rusyd bagi manusia adalah kesempurnaan akal dan jiwa. Dalam an-Nisa/4:36, disebutkan jika anak yatim telah mencapai rusyd, diartikan dengan telah mencapai kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Sebagian ulama mengartikan dengan kekuatan dan keteguhan. Dari sini lahir kata rasyādah yang berarti batu karang. Lafal ar-rasyad merupakan bentuk khusus dari lafal rusyd. Jika rusyd digunakan untuk hal-hal yang bersifat duniawi dan akhirat, maka lafal rasyād lebih khusus pada akhirat (al-Kahf/18:24). Sifat rusyd yang dimiliki manusia, semuanya melalui bantuan Allah dan bimbingan-Nya. Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa Allah telah menganugerahkan Ibrahim a.s., petunjuk-Nya. Rusyd dalam hal ini tentu berbeda dengan rusyd anak yatim, bahwa Nabi Ibrahim a.s., telah mendapatkan hidayah kebenaran Ilahi sebelum Nabi Musa dan Harun. Nabi Musa pernah memohon melalui hamba Allah yang dianugerahi rusydā, namun Musa gagal dalam ujian yang diikutinya. (al-Kahfi/18:66). Nabi Muhammad saw dituntun untuk berdoa agar Allah memberikan petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya (rasyad) dari ini (al-Kahf/18:24).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto