Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 49 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 326 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَهُمْ مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُوْنَ

Allażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi wa hum minas-sā‘ati musyfiqūn(a).

(Yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Baik Taurat maupun Al-Qur’an berfungsi sebagai pembeda (al-Fuqan), penerangan dan pelajaran berharga bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, tetapi meyakini dan meresapkan ke dalam kalbunya; dan mereka merasa takut akan tibanya hari Kiamat yang berlangsung cepat dan dahsyat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa, yaitu Pertama, mereka senantiasa takut kepada azab Allah, walaupun azab tersebut merupakan salah satu dari hal-hal yang gaib. Kedua, orang-orang bertakwa yang disebutkan dalam ayat ini adalah mereka yang senantiasa merasa takut akan datangnya hari Kiamat, berusaha mem-persiapkan diri menghadapi hal-hal yang akan terjadi kelak di hari Kiamat itu antara lain hari perhitungan dan hari pembalasan.

Oleh karena rasa takut mereka terhadap azab Allah pada hari Kiamat yang akan menimpa orang-orang yang tidak bertakwa, maka mereka yang bertakwa ini selalu menjaga diri terhadap hal-hal dan perbuatan yang mengakibatkan dosa dan azab maka mereka senantiasa melaksanakan perintah Allah, serta menjauhi segala larangan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Furqān اَلْفُرْقَانْ (al-Anbiyā’/21:48)

Al-fu rqān berasal dari kata faraqa yafruqu yang bermakna al-infiṣal (terpisah). Berbeda dengan kata al-falq yang lebih dekat kepada arti terbelah (al-insyiqāq). Al-firqah adalah kelompok yang berpisah dari jamaah yang lain. Faraqa juga bermakna memisahkan antara dua hal. Al-Qur’an disebut juga dengan al-Furqān karena Al-Qur’an adalah pembeda atau pemisah antara yang haq dan yang batil (al-Isrā’/17:106). Perang Badar disebut dengan Yaum al-Furqān karena pada saat itulah hari di mana dipisahkan antara yang hak dan batil (al-Anfāl/8:41). Juga diartikan dengan cahaya yang bisa membedakan yang hak dan batil (al-Anfāl/8:29). Al-firāq dan al-mufāraqah biasa digunakan untuk pemisahan yang bersifat fisik. (al-Kahf/18:78). Sedangkan maksud ayat ini adalah bahwa telah diberikan kepada Nabi Musa dan Harun al-Furqān. Dalam hal ini, ditafsirkan dengan kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa sebagai tuntunan dalam membedakan antara yang hak dan batil, karena di dalamnya berisi syari’at, yaitu hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang membedakan antara yang hak dengan yang batil.

2. Munkirūn مُنْكِرُوْنَ (Al-Anbiyā’/21:50)

Munki rūn adalah bentuk jamak dari lafal mufrad yaitu munkir. Al-Inkār merupakan lawan kata dari al-’irfān. Asal mula pengertiannya adalah apa yang ada dalam hati tidak sesuai dengan apa yang ada dalam benaknya. Al-Inkār merupakan bagian dari kejahilan dan kebohongan. Nakara menunjukkan sesuatu yang tidak jelas dan belum diketahui. Para ulama nahwu menyebut isim yang bersifat umum dengan sebutan isim nakirah. Al-Munkar adalah setiap pekerjaan yang dicela oleh akal dan logika yang benar atau oleh syariah. Perintah amar ma’ruf nahi munkar merupakan ajakan untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari hal-hal yang dilarang oleh syariat (munkar). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang mempunyai berkah yang diturunkan oleh Allah, maka tidak ada alasan untuk mengingkari keberadaannya sebagai wahyu dari Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto