Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 43 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 43 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 325 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

اَمْ لَهُمْ اٰلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِّنْ دُوْنِنَاۗ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَ اَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِّنَّا يُصْحَبُوْنَ

Am lahum ālihatun tamna‘uhum min dūninā, lā yastaṭī‘ūna naṣra anfusihim wa lā hum minnā yuṣḥabūn(a).

Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan selain Kami yang dapat memelihara mereka (dari azab Kami)? (Tuhan-tuhan mereka itu) tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) dilindungi dari (azab) Kami.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pertanyaan kedua dimaksudkan untuk menyadarkan mereka tentang kemampuan tuhan-tuhan mereka. Ataukah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari azab Kami di dunia maupun akhirat? Allah kemudian menegaskan bahwa tuhan-tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri apa lagi menolong orang-orang kafir yang menyembahnya; dan tidak pula mereka, baik yang disembah maupun yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah, dilindungi dari (azab) Kami di akhirat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya, di mana Allah menyuruh Rasul-Nya untuk mengajukan pertanyaan kepada kaum kafir, untuk menyadarkan mereka tentang kekuasaan Allah. Isi pertanyaan yang disebutkan dalam ayat ini adalah, “Apakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari azab Allah? Tuhan-tuhan yang mereka sembah sudah pasti tidak mampu menolong mereka, bahkan menolong dirinya sendiri pun tidak mampu. Pada akhir ayat ini Allah menegaskan kembali, bahwa tuhan-tuhan yang disembah mereka itu tidak akan luput dari azab Allah. Kalau demikian halnya, bagaimana mereka akan mampu untuk melindungi para penyembahnya?

Dengan demikian, ayat ini mengemukakan dua macam kelemahan tuhan-tuhan yang disembah kaum kafir itu, yang menyebabkan tidak pantasnya disembah dan dipertuhan. Pertama, mereka tidak mampu untuk menolong diri sendiri. Kedua, bahwa mereka pun tidak luput dari azab Allah. Dengan demikian, keadaannnya lebih lemah dari penyembahnya.

Dengan adanya dua kenyataan itu, seharusnya mereka dapat mengambil kesimpulan, bahwa benda-benda yang mereka sembah itu tidak mempunyai kemampuan apa pun untuk melindungi mereka dari azab Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakla’ukum يَكْلَؤُكُمْ (al-Anbiyā’/21:42)

Yakla ’ukum berasal dari kata kala’a yakla’u yang berarti menjaga sesuatu dan memeliharanya. Seperti ungkapan kala’aka Allah (Semoga Allah memeliharamu). Mukalla’ adalah nama untuk tempat menjaga perahu. Di Basrah ada tempat yang disebut al-kallā’ sebagai dermaga pelabuhan di mana banyak perahu bersandar dan merapat disana. Al-kallā’ juga dinisbahkan pada rerumputan yang terjaga. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hanya Dia-lah yang dapat memelihara manusia di waktu malam dan siang hari.

2. Nafḥatun نَفْحَةٌ (al-Anbiyā’/21:46)

Naf atun berasal dari kata nafaḥa yanfuḥu nafḥan yang berarti menghembuskan dan menyebarkan. Nafaḥa ar-rīḥ berarti angin berhembus. Qaus nafūḥ berarti panah yang lepas dari busurnya dengan cepat. Biasanya nafaḥa digunakan untuk meniupkan benih-benih kebaikan, walaupun kadang-kadang digunakan juga untuk kejahatan. Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia yang ingkar terhadap Allah jika dihembuskan kepada mereka sedikit saja dari azab Allah tentu mereka akan berkata, “Celakalah,” karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto