Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 42 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 42 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 325 •  Quarter Hizb 33.25 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

قُلْ مَنْ يَّكْلَؤُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمٰنِۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُّعْرِضُوْنَ

Qul may yakla'ukum bil-laili wan-nahāri minar-raḥmān(i), bal hum ‘an żikrihim mu‘riḍūn(a).

Katakanlah, “Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?” Bahkan, mereka berpaling dari mengingat Tuhan mereka.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 42
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, sebagai jawaban atas ejekan orang-orang kafir dengan pertanyaan, “Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari siksaan Allah Yang Maha Pengasih di dunia?” Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menyadarkan mereka bahwa tidak seorang pun berkuasa melindungi mereka dari azab Allah; tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka dengan beriman dan beribadah kepada-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dengan ayat ini Allah menyuruh Nabi untuk menjawab ejekan itu dengan cara mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang siapakah yang dapat memelihara dan melindungi mereka dari azab Allah, baik pada waktu malam maupun pada waktu siang?

Pertanyaan itu dimaksudkan untuk menyadarkan mereka, bahwa tidak seorang pun kuasa untuk melindungi mereka dari siksa dan azab Allah, karena Dia Mahakuasa untuk berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Andaikata mereka selalu ingat tentang iradah dan kekuasaan Allah, niscaya mereka tidak akan mengejek atau menantang semacam itu. Akan tetapi karena mereka adalah orang-orang yang telah berpaling dari mengingat Allah dan kekuasaan-Nya, maka itulah sebabnya mengapa mereka mengejek Rasul-Nya dan menantang dengan sikap yang angkuh agar azab tersebut segera ditimpakan kepada mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakla’ukum يَكْلَؤُكُمْ (al-Anbiyā’/21:42)

Yakla ’ukum berasal dari kata kala’a yakla’u yang berarti menjaga sesuatu dan memeliharanya. Seperti ungkapan kala’aka Allah (Semoga Allah memeliharamu). Mukalla’ adalah nama untuk tempat menjaga perahu. Di Basrah ada tempat yang disebut al-kallā’ sebagai dermaga pelabuhan di mana banyak perahu bersandar dan merapat disana. Al-kallā’ juga dinisbahkan pada rerumputan yang terjaga. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hanya Dia-lah yang dapat memelihara manusia di waktu malam dan siang hari.

2. Nafḥatun نَفْحَةٌ (al-Anbiyā’/21:46)

Naf atun berasal dari kata nafaḥa yanfuḥu nafḥan yang berarti menghembuskan dan menyebarkan. Nafaḥa ar-rīḥ berarti angin berhembus. Qaus nafūḥ berarti panah yang lepas dari busurnya dengan cepat. Biasanya nafaḥa digunakan untuk meniupkan benih-benih kebaikan, walaupun kadang-kadang digunakan juga untuk kejahatan. Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia yang ingkar terhadap Allah jika dihembuskan kepada mereka sedikit saja dari azab Allah tentu mereka akan berkata, “Celakalah,” karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto