Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 106 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 106 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 331 •  Quarter Hizb 33.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ ۗ

Inna fī hāżā labalāgal liqaumin ‘ābidīn(a).

Sesungguhnya di dalam (Al-Qur’an) ini benar-benar terdapat pesan (yang jelas) bagi kaum penyembah (Allah).

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 106
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sungguh, semua kisah para nabi yang disebutkan di dalam surah ini, bahkan di dalam Al-Qur’an ini benar-benar menjadi petunjuk yang lengkap dan pelajaran yang berharga guna mencapai kebahagiaan hidup dunia akhirat bagi orang-orang yang menyembah Allah dengan pikiran, perasaan dan rohani yang bersih.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa segala kisah yang diterangkan dalam surah ini adalah pelajaran dan peringatan yang disampaikan sejak awal sampai akhir surah ini, cukup menjadi pelajaran dan banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, sebagai bekal dan bahan bagi orang yang ingin mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Bahkan ayat-ayat dalam surah ini merupakan peringatan dan ancaman yang keras dari Allah kepada orang-orang yang mengingkari seruan para rasul. Mereka akan ditimpa oleh malapetaka yang besar, sebagaimana telah ditimpakan kepada umat-umat dahulu.

Karena itu kaum Muslimin wajib mengambil pelajaran dan mengamal-kan ayat-ayat tersebut agar tidak terkena ancaman Allah yang berupa azab dan malapetaka yang sangat dahsyat.

Isi Kandungan Kosakata

aṣ-Ṣāliḥūna اَلصَّالِحُوْن َ (al-Anbiyā’/21: 105)

Aṣ-Ṣāliḥūn secara bahasa adalah bentuk isim fā’il jamak dari aṣ-Ṣāliḥ dari kata kerja ṣaluḥa-yaṣluḥu-ṣal āḥan, artinya baik, tidak rusak, tidak binasa, saleh, patut dan bermanfaat. Jadi makna aṣ-ṣāliḥu adalah orang-orang yang baik, tidak berbuat kerusakan dan tidak berbuat kebinasaan, orang-orang salih, orang-orang yang patut, orang-orang yang bermanfaat (berguna).

Kata aṣ-ṣāliḥūn dalam ayat ini dipahami dalam arti hamba-hamba Allah yang siap membangun dan menyediakan keperluan hidup yang layak. Jika di pahami demikian, maka ayat ini menjanjikan kepemilikan penguasaan bumi dan kemanfaatannya kepada hamba-hamba Allah. Ini berarti bahwa satu ketika bumi akan dikuasai oleh masyarakat agamis, yang menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan mewujudkan kesejahteraan serta menegakkan keadilan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto