Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 83 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 83 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 329 •  Quarter Hizb 33.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

۞ وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ ۚ

Wa ayyūba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn(a).

(Ingatlah) Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 83
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ingatlah kisah Ayub, seorang nabi dan rasul yang mendapat cobaan berat dalam hidupnya, ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan berserah dan bertawakal kepada-Nya. “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit yang terasa sangat berat; tetapi aku yakin bahwa Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang, sehingga cobaan ini merupakan bentuk kasih sayang-Mu kepadaku.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dengan ayat ini Allah mengingatkan Rasul-Nya dan kaum Muslimin kepada kisah Nabi Ayyub a.s. yang ditimpa suatu penyakit yang berat sehingga berdoa memohon pertolongan Tuhannya untuk melenyapkan penyakitnya itu, karena ia yakin bahwa Allah amat penyayang.

Pendapat ulama lain mengatakan bahwa Nabi Ayyub pada ayat ini hanya mencurahkan isi hatinya kepada Allah seraya mengagungkan kebesaran Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Walaupun berbeda-beda riwayat yang diperoleh tentang Nabi Ayyub, baik mengenai pribadinya, masa hidupnya dan macam penyakit yang dideritanya, namun ada hal-hal yang dapat dipastikan tentang dirinya, yaitu bahwa dialah seorang hamba Allah yang saleh, telah mendapat cobaan dari Allah, baik mengenai harta benda, keluarga, dan anak-anaknya, maupun cobaan yang menimpa dirinya sendiri. Dan penyakit yang dideritanya adalah berat. Meskipun demikian semua cobaan itu dihadapinya dengan sabar dan tawakal serta memohon pertolongan dari Allah dan sedikit pun tidak mengurangi keimanan dan ibadahnya kepada Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Aḍ-Ḍurru اَلضُّرُّ(al-Anbiy ’/21: 83)

Aḍ-Ḍurru merupakan bentuk maṣdar (kata benda) dari kata kerja ḍarra-yaḍurru, yang artinya rusak atau lawan dari manfaat. Dari kata ini muncul kata maḍarrat yang artinya sesuatu yang merusak. Maṣdar dari kata kerja ini dapat berbentuk ḍarrun, dengan fatḥah pada huruf ḍāḍ, yang artinya segala macam kesulitan yang menimpa. Bentuk lain dari maṣdar ini adalah ḍurrun, dengan ḍammah pada huruf ḍāḍ (seperti yang disebut dalam ayat ini), yang artinya segala kesulitan yang menimpa diri seseorang, seperti penyakit, kehilangan harta, dan lain sebagainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto