Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 82 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 82 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 329 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ ۙ

Wa minasy-syayāṭīna may yagūṣūna lahū wa ya‘malūna ‘amalan dūna żālik(a), wa kunnā lahum ḥāfiẓīn(a).

(Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain itu. Kamilah yang memelihara mereka itu.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 82
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman sebagai anugerah dan fasilitas berupa angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya dengan hembusan yang keras dan kencang atau pun lunak dan lambat ke negeri yang Kami beri berkah padanya sebagai moda transportasi Sulaiman dari kota yang satu ke kota lainnya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi. Dan Kami tundukkan pula kepada Sulaiman segolongan setan-setan yang menyelam ke dasar laut untuk mengambil sesuatu yang diperlukan-nya. Dan mereka, setan-setan yang menjadi pelayan Nabi Sulaiman itu mengerjakan pekerjaan selain itu, seperti mendirikan bangunan dan membuat kolam raksasa; dan Kami yang memelihara mereka agar setan-setan itu tidak merusak dan tidak bermain-main dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan rahmat Allah yang lain yang dikaruniakan-Nya khusus kepada Nabi Sulaiman a.s., yaitu bahwa Allah juga menundukkan segolongan setan yang patuh melakukan apa yang diperintahkan Sulaiman a.s. kepada mereka, misalnya: menyelam ke dalam laut untuk mengambil segala sesuatu yang diperlukannya, atau melakukan hal-hal untuk keperluan Sulaiman a.s. seperti mengerjakan bangunan dan sebagainya.

Pada ayat ini Allah menegaskan pula bahwa Dia senantiasa menjaganya sehingga setan tersebut tidak merusak dan tidak bermain-main dalam melakukan tugasnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Nafasyat نَفَشَتْ (al-Anbiyā’/21: 78)

Nafasyat merupakan kata kerja lampau (fi’il māḍi) yang artinya menyebarkan, memisahkan, atau merusak. Dari bentuk ini juga muncul makna lain, yaitu sekumpulan kambing yang dilepas tanpa pengawasan penggembala. Tampaknya makna yang terakhir ini yang tercakup dalam kandungan ayat, sehingga kebun milik seorang petani menjadi rusak karena masuknya kambing-kambing yang tidak diawasi penggembalanya.

2. Ṣan‘ata Labūs صَنْعَةَ لَبُوْس (al-Anbiyā’/21: 80)

Term ṣan’ata labūs terdiri dari dua kata, yaitu ṣan’ata dan labūs. Yang pertama (ṣan’ata) merupakan ism maṣdar (kata benda) dari kata kerja ṣana’a-yaṣna’u yang artinya mengerjakan atau membuat. Dengan demikian ṣana’a dapat dimaknai sebagai pembuatan. Sedang yang kedua (labūs) berasal dari kata labisa-yalbasu, yang artinya memakai pakaian untuk menutup aurat. Pada awalnya, labūs dipergunakan untuk menyebut segala sesuatu yang dipakai. Dari kata ini muncul istilah libās yang artinya pakaian. Kemudian pemakaian kata ini menyempit dan hanya dipergunakan untuk menyebut pakaian atau alat untuk menutup tubuh yang terbuat dari besi. Ada juga yang mempergunakannya untuk menyebut perisai pelindung diri yang terbuat dari besi.

3. ‘Āṣifah عَاصِفَةً (al-Anbiyā’/21: 81)

‘Āṣifah merupakan ism fa’il dari kata kerja ‘aṣafa-ya’ṣifu, yang artinya menjadi kencang. Dengan demikian ‘āṣifah, yang merupakan penyebutan untuk mu’annaṡ (perempuan), dapat diartikan sebagai yang kencang. Kata ini untuk menerangkan atau menyifati gerakan sesuatu yang cepat, seperti angin, binatang, kendaraan dan lain sebagainya. Pada ayat ini, kata ‘āṣifah dipergunakan untuk menyifati angin yang gerakannya sangat cepat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto