Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 94 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 94 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 330 •  Quarter Hizb 33.75 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهٖۚ وَاِنَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ

Famay ya‘mal minaṣ-ṣāliḥāti wa huwa mu'minun falā kufrāna lisa‘yih(ī), wa innā lahū kātibūn(a).

Siapa yang mengerjakan kebajikan dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan). Sesungguhnya Kamilah yang mencatat untuknya.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 94
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Manusia dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah sangat tergantung kepada pilihan hidupnya di dunia. Barang siapa mengerjakan kebajikan kepada Allah, sesama manusia, dan alam, dan dia melakukan kebajikan itu sebagai orang  beriman, atas dasar keimanannya yang mantap, maka usahanya sekecil apa pun juga dalam mewujudkan kebajikan itu  tidak akan diingkari, disia-siakan hingga terbuang percuma, tetapi akan tetap tersimpan;  dan sungguh, Kamilah yang mencatat perbuatan baik itu untuknya. Demikian juga, perbuatan buruk sekecil apa pun tercatat dengan akurat dan akan diperlihatkan kepada tiap-tiap manusia dengan objektif.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menjamin bahwa amal kebajikan yang dilakukan oleh seseorang yang beriman, betapapun kecilnya, namun Allah akan membalasnya dengan kebaikan pula. Amal kebajikan itu tidak akan hilang percuma, dan tidak akan diingkari karena Allah telah menuliskannya untuk orang yang melakukannya.

Jaminan Allah untuk memberikan balasan atas setiap kebajikan hamba-Nya terdapat dalam firman-Nya:

وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا ١٩

Dan barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik. (al-Isrā’/17: 19)

Firman-Nya lagi pada ayat yang lain:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ مَنْ اَحْسَنَ عَمَلًاۚ ٣٠

Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan yang baik itu. (al-Kahf/18: 30)

Isi Kandungan Kosakata

1. Yakjūj wa Makjūj يَأْجُوْجُ وَ مَأْجُوْجُ (al-Anbiyā’/21: 96) Lihat al-Kahf/18:97

2. ḥadab حَدَبٍ(al-Anbiyā’/2 1: 96)

ḥadab merupakan bentuk maṣdar dari kata kerja ḥadiba-yaḥdabu, yang artinya bungkuk, condong atau berpaling. Dalam ayat ini ḥadab diartikan sebagai suatu bagian dari bumi yang meninggi, yakni bukit atau tempat yang tinggi. Dalam ayat ini ḥadab dipergunakan untuk menunjukkan tempat-tempat atau dataran tinggi yang merupakan tempat tinggal makhluk yang disebut Yakjuj dan Makjuj yang selalu melakukan kejahatan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto