Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 11 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 11 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 323 •  Quarter Hizb 33 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ

Wa kam qaṣamnā min qaryatin kānat ẓālimataw wa ansya'nā ba‘dahā qauman ākharīn(a).

Betapa banyak (penduduk) negeri yang zalim telah Kami binasakan dan Kami lahirkan generasi yang lain setelah mereka (sebagai penggantinya).

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 11
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan berapa banyak penduduk negeri yang berbuat zalim seperti kaum ‘Ad dan Samud, dengan mengingkari ajaran para rasul yang diutus kepada mereka yang telah Kami binasakan dengan azab yang menimpa mereka. Dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka musnah sebagai pengganti.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa banyak negeri-negeri yang penduduknya zalim, telah dibinasakan, kemudian digantinya penduduk negeri itu dengan kaum yang beriman dan beramal saleh.

Sehubungan dengan ini, Allah telah berfirman dalam ayat yang lain sebagai berikut:

وَكَمْ اَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُوْنِ مِنْۢ بَعْدِ نُوْحٍ

Dan berapa banyak kaum setelah Nuh, yang telah Kami binasakan. (al-Isrā’/17: 17)

Dan firman-Nya dalam ayat yang lain:

فَكَاَيِّن مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا

Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunanbangunannya… (al-Ḥajj/22: 45)

Isi Kandungan Kosakata

1. Qaṣamnā قَصَمْنَا (al-Anbiyā’/21: 11)

Kata dasarnya adalah qaṣama artinya “memecah,” “menghancurkan”. Dalam al-Anbiyā’/21:11 ini Allah menegaskan bahwa banyak sudah negeri-negeri yang telah Allah hancurkan karena dosa-dosa mereka dan kemudian Allah munculkan setelah itu generasi-generasi baru. Hal itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kafir Quraisy. Mereka tidak akan dihancurkan di dunia ini, dan itu sudah menjadi janji-Nya. Tetapi di akhirat mereka pasti menemukan hukuman Allah.

2. Ḥaṣīdan Khāmidīn حَصِيْدًا خَامِدِيْنَ (al-Anbiyā’/21:15)

ḥa īd terambil dari kata ḥaṣada yang berarti memotong tanaman. Al-ḥiṣād berarti telah datang masa untuk memanen (al-An‘ām/6:141). Sedangkan lafal khāmidīn adalah bentuk jamak dari lafal khāmid yang terambil dari kata khamada berarti padam seperti pernyataan khamadat an-nār (api telah padam). Khamada juga digunakan untuk mengibaratkan sesuatu yang telah mati dan hancur, seperti firman Allah dalam Surah Yāsīn/36 :29 “Fa’iżā hum khāmidūn” (dengan satu teriakan saja, tiba-tiba mereka semuanya mati). Penafsiran lafal ini adalah ketika orang zalim merasakan azab Allah, mereka berlari dengan tergesa-gesa, sambil berucap, “Sungguh celaka kami, sesungguhnya kami termasuk orang-orang zalim.” Tetapi Allah tidak mengindahkan keluh kesah mereka, malah Allah menjadikan mereka seperti tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto