لَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ
Laqad anzalnā ilaikum kitāban fīhi żikrukum, afalā ta‘qilūn(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah menurunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur’an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Apakah kamu tidak mengerti?
Sungguh, Kami telah menurunkan kepada kalian, melalui seorang utusan Allah, sebuah Kitab Al-Qur’an, agar menjadi pedoman hidup kalian, yang di dalamnya terdapat peringatan bagi kalian tentang tindakan yang menyelamatkan dan mencelakakan kalian. Maka apakah kalian tidak mengerti tujuan Allah menurunkan Kitab Al-Qur’an ini?
Dalam ayat ini Allah mengarahkan firman-Nya kepada seluruh umat manusia, bahwa Dia telah menurunkan kitab Al-Qur’an ini, yang berisi ajaran dan nilai-nilai yang membawa kepada kemuliaan mereka baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sebab itu selayaknyalah mereka memahami isinya serta mengamalkan dengan cara yang sebaik-baiknya.
Jasadan جَسَدًا (al-Anbiyā’/21: 8)
Jasad sama artinya dengan jism “tubuh”. Bedanya jism adalah “tubuh” dalam arti umum, sedangkan jasad lebih khusus pengertiannya pada tubuh manusia, misalnya al-Anbiyā’/21:8 ini. Ayat ini menyatakan bahwa nabi-nabi sebelumnya adalah juga manusia yang merupakan tubuh-tubuh yang butuh makan dan tidak abadi. Karena itu keingkaran orang kafir kepada Nabi Muhammad, yang makan dan juga akan mati, tidak beralasan. Dalam Al-Qur’an memang terdapat penggunaan kata jasad untuk yang bukan manusia, seperti “anak sapi” (Ṭāhā/20:88). Tetapi anak sapi di sini perlu diingat bahwa itu adalah yang dipertuhankan Bani Israil sehingga seakan-akan memiliki kedudukan lebih dari manusia.


















