Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 80 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 80 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 328 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْۚ فَهَلْ اَنْتُمْ شٰكِرُوْنَ

Wa ‘allamnāhu ṣan‘ata labūsil lakum lituḥṣinakum mim ba'sikum, fahal antum syākirūn(a).

Kami mengajarkan pula kepada Daud cara membuat baju besi untukmu guna melindungimu dari serangan musuhmu (dalam peperangan). Maka, apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 80
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami ajarkan pula kepada Dawud cara membuat baju besi untukmu dan prajurit-prajurit kamu guna melindungi kamu dan mereka dalam peperangan yang kamu pimpin. Apakah kamu dengan menerima karunia Allah yang besar ini termasuk hamba yang bersyukur kepada Allah?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menyebutkan karunianya yang lain, yang diberikannya kepada Daud a.s., yaitu bahwa Daud telah diberi-Nya pengetahuan dan keterampilan dalam kepandaian menjadikan besi lunak di tangannya tanpa dipanaskan, karena keistimewaan ini Daud bisa membuat baju besi yang dipergunakan orang-orang di zaman itu sebagai pelindung diri dalam peperangan.

Kepandaian itu dimanfaatkan pula oleh umat-umat yang datang kemudian berabad-abad lamanya. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Daud a.s. itu telah tersebar luas dan bermanfaat bagi orang-orang dari bangsa lain. Di samping menjadi mukjizat Nabi Daud.

Sebab itu, pada akhir ayat ini Allah mengajukan pertanyaan kepada umat Nabi Muhammad, apakah turut bersyukur atas karunia tersebut? Sudah tentu, semua umat yang beriman kepada-Nya, senantiasa mensyukuri segala karunia yang dilimpahkan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Nafasyat نَفَشَتْ (al-Anbiyā’/21: 78)

Nafasyat merupakan kata kerja lampau (fi’il māḍi) yang artinya menyebarkan, memisahkan, atau merusak. Dari bentuk ini juga muncul makna lain, yaitu sekumpulan kambing yang dilepas tanpa pengawasan penggembala. Tampaknya makna yang terakhir ini yang tercakup dalam kandungan ayat, sehingga kebun milik seorang petani menjadi rusak karena masuknya kambing-kambing yang tidak diawasi penggembalanya.

2. Ṣan‘ata Labūs صَنْعَةَ لَبُوْس (al-Anbiyā’/21: 80)

Term ṣan’ata labūs terdiri dari dua kata, yaitu ṣan’ata dan labūs. Yang pertama (ṣan’ata) merupakan ism maṣdar (kata benda) dari kata kerja ṣana’a-yaṣna’u yang artinya mengerjakan atau membuat. Dengan demikian ṣana’a dapat dimaknai sebagai pembuatan. Sedang yang kedua (labūs) berasal dari kata labisa-yalbasu, yang artinya memakai pakaian untuk menutup aurat. Pada awalnya, labūs dipergunakan untuk menyebut segala sesuatu yang dipakai. Dari kata ini muncul istilah libās yang artinya pakaian. Kemudian pemakaian kata ini menyempit dan hanya dipergunakan untuk menyebut pakaian atau alat untuk menutup tubuh yang terbuat dari besi. Ada juga yang mempergunakannya untuk menyebut perisai pelindung diri yang terbuat dari besi.

3. ‘Āṣifah عَاصِفَةً (al-Anbiyā’/21: 81)

‘Āṣifah merupakan ism fa’il dari kata kerja ‘aṣafa-ya’ṣifu, yang artinya menjadi kencang. Dengan demikian ‘āṣifah, yang merupakan penyebutan untuk mu’annaṡ (perempuan), dapat diartikan sebagai yang kencang. Kata ini untuk menerangkan atau menyifati gerakan sesuatu yang cepat, seperti angin, binatang, kendaraan dan lain sebagainya. Pada ayat ini, kata ‘āṣifah dipergunakan untuk menyifati angin yang gerakannya sangat cepat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto