Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 79 - Surat Al-Anbiyā' (Para Nabi)
الانبياۤء
Ayat 79 / 112 •  Surat 21 / 114 •  Halaman 328 •  Quarter Hizb 33.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ

Fa fahhamnāhā sulaimān(a), wa kullan ātainā ḥukmaw wa ‘ilmā(n), wa sakhkharnā ma‘a dāwūdal-jibāla yusabbiḥna waṭ-ṭair(a), wa kunnā fā‘ilīn(a).

Lalu, Kami memberi pemahaman kepada Sulaiman (tentang keputusan yang lebih tepat).492) Kepada masing-masing (Daud dan Sulaiman) Kami memberi hikmah dan ilmu. Kami menundukkan gunung-gunung dan burung-burung untuk bertasbih bersama Daud. Kamilah yang melakukannya.

Makna Surat Al-Anbiya' Ayat 79
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami telah memberikan pengertian yang mendalam kepada Sulaiman tentang keputusan yang lebih tepat dan lebih memenuhi rasa keadilan dalam sengketa petani dan pemilik kambing. Dan kepada masing-masing, Dawud dan Sulaiman, Kami berikan hikmah, pemaham-an agama yang mendalam, dan ilmu pengetahuan tentang hidup dan kehidupan duniawi. Dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung agar mengikuti perintah Dawud; semua gunung dan burung itu, senantiasa bertasbih kepada Allah bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukan semua itu sebagai rahmat kepada-nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada permulaan ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia telah mengaruniakan kepada Sulaiman kemampuan yang lebih tinggi dalam memahami berbagai masalah.

Hal ini memang terbukti dalam keputusan yang mereka berikan kepada masing-masing pihak dalam perkara yang terjadi antara pemilik domba dan pemilik tanaman seperti tersebut di atas, dimana keputusan yang diberikan Sulaiman dirasa lebih tepat, dan lebih memenuhi keadilan.

Sesudah menyebutkan hal itu, maka Allah menerangkan selanjutnya rahmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka berdua, yaitu hukum-hukum dan ilmu pengetahuan, baik mengenai agama, atau pun masalah duniawi.

Rahmat seperti itu juga diberikan Allah kepada nabi-nabi-Nya yang lain, karena itu merupakan syarat pokok untuk menjadi Nabi.

Selanjutnya dalam ayat ini Allah menjelaskan nikmat yang khusus dikaruniakan-Nya kepada Nabi Daud a.s. yaitu: bahwa Allah telah menjadikan gunung-gunung dan burung-burung tunduk kepada Daud a.s., semuanya bertasbih bersamanya.

Para akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia kuasa untuk memberikan karunia semacam ini kepada hamba-Nya, karena Dialah Pencipta dan Pemilik seluruh alam ini.

Isi Kandungan Kosakata

1. Nafasyat نَفَشَتْ (al-Anbiyā’/21: 78)

Nafasyat merupakan kata kerja lampau (fi’il māḍi) yang artinya menyebarkan, memisahkan, atau merusak. Dari bentuk ini juga muncul makna lain, yaitu sekumpulan kambing yang dilepas tanpa pengawasan penggembala. Tampaknya makna yang terakhir ini yang tercakup dalam kandungan ayat, sehingga kebun milik seorang petani menjadi rusak karena masuknya kambing-kambing yang tidak diawasi penggembalanya.

2. Ṣan‘ata Labūs صَنْعَةَ لَبُوْس (al-Anbiyā’/21: 80)

Term ṣan’ata labūs terdiri dari dua kata, yaitu ṣan’ata dan labūs. Yang pertama (ṣan’ata) merupakan ism maṣdar (kata benda) dari kata kerja ṣana’a-yaṣna’u yang artinya mengerjakan atau membuat. Dengan demikian ṣana’a dapat dimaknai sebagai pembuatan. Sedang yang kedua (labūs) berasal dari kata labisa-yalbasu, yang artinya memakai pakaian untuk menutup aurat. Pada awalnya, labūs dipergunakan untuk menyebut segala sesuatu yang dipakai. Dari kata ini muncul istilah libās yang artinya pakaian. Kemudian pemakaian kata ini menyempit dan hanya dipergunakan untuk menyebut pakaian atau alat untuk menutup tubuh yang terbuat dari besi. Ada juga yang mempergunakannya untuk menyebut perisai pelindung diri yang terbuat dari besi.

3. ‘Āṣifah عَاصِفَةً (al-Anbiyā’/21: 81)

‘Āṣifah merupakan ism fa’il dari kata kerja ‘aṣafa-ya’ṣifu, yang artinya menjadi kencang. Dengan demikian ‘āṣifah, yang merupakan penyebutan untuk mu’annaṡ (perempuan), dapat diartikan sebagai yang kencang. Kata ini untuk menerangkan atau menyifati gerakan sesuatu yang cepat, seperti angin, binatang, kendaraan dan lain sebagainya. Pada ayat ini, kata ‘āṣifah dipergunakan untuk menyifati angin yang gerakannya sangat cepat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto