Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 40 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 40 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 181 •  Quarter Hizb 18.75 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰىكُمْ ۗنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ۔

Wa in tawallau fa‘lamū annallāha maulākum, ni‘mal-maulā wa ni‘man-naṣīr(u).

Jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 40
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan jika mereka berpaling dari ajakanmu untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan tidak menghentikan penganiayaan, maka ketahuilah dengan penuh keyakinan bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu, karena itu jangan khawatirkan ancaman mereka, serahkan sepenuhnya kepada Allah setelah kamu berusaha sesuai kemampuan kamu. Dia adalah sebaik-baik pelindung, karena tidak ada yang dapat membatalkan perlindungan-Nya, dan tidak ada selain-Nya yang dapat memberi perlindungan, dan Dia juga adalah sebaik-baik penolong, karena selain Allah boleh jadi suatu ketika melemah dan tidak mampu menolong. []

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah mengancam mereka bahwa apabila mereka tetap juga menolak seruan damai Rasulullah dan tetap tidak menghentikan keingkaran terhadap seruan Rasul serta tetap memerangi dan memusuhi kaum muslim, maka Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar memberitahukan kepada mereka bahwa Allah tetap menjadi pelindung yang akan membantu kaum Muslimin. Dan Allah menjamin kemenangan bagi kaum Muslimin. Dan Allah melarang orang-orang Islam menyerah dan merasa takut kepada tantangan kaum musyrikin itu. Di akhir ayat Allah menegaskan kepada kaum Muslimin bahwa Dialah Allah sebaik-baik Pelindung. Maka tidak akan sia-sialah yang meminta perlindungan-Nya. Dan memang demikianlah selalu terjadi dalam kehidupan manusia ini baik dari zaman dahulu sampai datangnya agama Islam, yaitu yang berhak menguasai bumi Allah hanyalah orang-orang yang saleh di antara hamba-Nya.

Firman Allah:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصّٰلِحُوْنَ

“Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-żikr (Lauh Mahfuẓ), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.” (al-Anbiyā’/21: 105)

Isi Kandungan Kosakata

Qātilūhum قَاتِلُوْهُمْ (al-Anfāl/8: 34)

Kata qātilū adalah bentuk perintah dari kata qātala-yuqātilu-qitālan, yang artinya memerangi. Akar katanya adalah qatala-yaqtulu-qatlan, yang artinya membunuh. Apabila subyek kata qātala adalah manusia, maka artinya adalah memerangi. Berbeda jika subyeknya adalah Allah, maka artinya adalah melaknati, seperti yang terdapat dalam at-Taubah/9: 30, dan al-Munāfiqūn/63: 4. Di samping makna tersebut, kata tersebut juga mengandung makna bahwa Allah memerintahkan orang-orang mu’min untuk memerangi orang-orang kafir (jihad di jalan Allah).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto