Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Review Lagu • 1 tahun lalu
Album Artwork
Tak Ada Wifi Di Alam Baka
Indie
2023 • 4:15 • Track 1/1
.Feast, Koil
  • Tentang
  • Lirik
  • Review
  • Tracklist
  • Komentar
Makna Lagu
Lagu ini menggambarkan pemikiran kritis tentang kehidupan setelah mati dan keyakinan agama, menyentuh tema eksistensial dan humor. Penulis mempertanyakan janji surga dan nirvana, serta imajinasi tentang kehidupan di alam baka yang konyol, sambil menekankan pentingnya refleksi dan pertobatan di tengah keraguan.
Makna Lirik
Beragama yang kau anut
menjanjikan surga
menikmati nirvana
kehidupan sempurna
persemayaman abadi jiwa

Lirik ini menggambarkan tentang perjalanan spiritual seseorang yang menganut suatu agama d... tampilkan semua

mungkin kita yang pertama
mungkin kita akan bersama
mungkin kita yang akan
masuk neraka pertama
mungkin kita akan bersama

Lirik ini mengisahkan tentang rasa ketidakpastian akan nasib di masa depan, apakah bersama... tampilkan semua

kabar yang kuterima
tak ada wifi di alam baka
tak ada sosial media
hanya bidadari tujuh dua
yang entah gunanya apa
aku hanya menanti
kekasih tercinta

Menggambarkan kontradiksi dan kritik terhadap pandangan tradisional tentang kehidupan sete... tampilkan semua

bertobatlah engkau umat beragama
umat ber a..
bertobatlah engkau umat beragama
umat ber a..

Lirik ini mengajak umat beragama untuk introspeksi dan bertaubat. Ada penekanan pada tangg... tampilkan semua

Review Lagu

Lagu "Tak Ada Wifi Di Alam Baka" yang dinyanyikan oleh .Feast dan Koil adalah sebuah karya yang menghadirkan nuansa kritis terhadap konsep agama dan kehidupan setelah mati. Dengan lirik yang sederhana namun sarat makna, lagu ini menggugah pendengar untuk berpikir lebih dalam tentang keyakinan, ekspektasi, dan realitas yang mungkin dihadapi di alam baka. Berikut adalah analisis dari beberapa bagian lirik yang mencolok.

Membahas Agama dan Harapan Surga

Dari penggalan lirik "Beragama yang kau anut / menjanjikan surga", kita diajak untuk merenungkan bagaimana setiap agama menawarkan imbalan yang ideal, seperti surga, nirvana, dan kehidupan yang sempurna. Namun, penulis juga menyoroti bahwa janji-janji tersebut bisa jadi hanya sebuah harapan,

  • Mungkin kita yang pertama
  • Mungkin kita akan bersama
  • Mungkin kita yang akan masuk neraka pertama
  • Mungkin kita akan bersama

Dalam bait ini terlihat kebingungan dan ambiguitas yang menyelimuti keyakinan manusia. Ungkapan 'mungkin' mencerminkan ketidakpastian dan keraguan yang bisa muncul di dalam diri seseorang yang mengikuti sebuah agama, menandakan bahwa tiada jaminan pasti tentang kehidupan setelah kematian.

Konsekuensi Kehidupan Digital

Selanjutnya, lirik "kabar yang kuterima / tak ada wifi di alam baka" menggambarkan ironi kehidupan modern yang sangat bergantung pada teknologi dan konektivitas. Kehilangan akses ke media sosial dan dunia digital di alam baka menciptakan gambaran bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dilanjutkan di kehidupan selanjutnya. Hal ini menyiratkan bahwa:

  • Pentingnya hubungan langsung antar manusia.
  • Keterasingan yang dirasakan di dunia nyata akibat ketergantungan pada teknologi.

Kita mungkin merasa nyaman dengan dunia maya, namun pada dasarnya, apa yang kita miliki di dunia ini tidak bisa kita bawa ke kehidupan setelah mati.

Cinta dan Kehampaan

Di bagian lirik "aku hanya menanti / kekasih tercinta", terdapat nuansa kerinduan dan harapan. Ini menunjukkan bahwa walaupun ada keraguan dan kesedihan tentang kehidupan setelah mati, cinta tetap menjadi sebuah motivasi yang kuat. Cinta adalah satu-satunya yang bertahan meskipun segala sesuatu yang lain di sekelilingnya menghilang. Lirik ini menekankan bahwa cinta mungkin menjadi satu-satunya hal yang memberikan arti dalam hidup dan menjadi fokus dalam segala keraguan yang dihadapi.

Peringatan dan Renungan

Melalui bait "bertobatlah engkau umat beragama", lagu ini memberikan sebuah seruan untuk introspeksi. Adalah penting bagi setiap individu untuk merenungkan iman mereka dan betapa mereka berkontribusi pada kehidupan ini. Dengan pengulangan "umat ber a...", penekanan pada tindakan kembali ke jalan yang benar ini memberikan makna mendalam akan kesadaran spiritual. Lagu ini bisa dianggap sebagai panggilan untuk kembali menilai keyakinan, dan juga untuk saling menghargai satu sama lain terlepas dari perbedaan agama.

Kesimpulan

Lagu "Tak Ada Wifi Di Alam Baka" merupakan sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pendengar untuk berpikir secara kritis tentang berbagai aspek dalam hidup, khususnya yang berhubungan dengan agama, teknologi, dan cinta. Dengan lirik yang cerdas dan sarat makna, .Feast dan Koil berhasil menciptakan sebuah karya yang dapat menggugah kesadaran dan menantang pemikiran banyak orang. Melalui lagu ini, terasa jelas bahwa setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang unik, dan sangat penting untuk mengeksplorasi dan memahami jalan yang kita pilih dalam kehidupan ini.

Tracklist Album

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto