Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 32 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 32 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 180 •  Quarter Hizb 18.75 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ

Wa iż qālullāhumma in kāna hāżā huwal-ḥaqqa min ‘indika fa amṭir ‘alainā ḥijāratam minas-samā'i awi'tinā bi‘ażābin alīm(in).

(Ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang sangat pedih.”

Makna Surat Al-Anfal Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka bukan hanya melecehkan Rasulullah dan Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya, tetapi juga menantang Allah. Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad, ketika mereka, yakni orang-orang musyrik berkata guna mengelabui orang lain seakan-akan apa yang mereka ucapkan tentang Al-Qur'an memang benar dan sesuai keyakinan mereka, “Ya Allah, jika Al-Qur'an yang dibawa oleh Muhammad ini benar wahyu dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu-batu yang benar-benar turun, atau batu-batu sebanyak hujan dari langit, atau kalau siksa itu bukan berupa batu, maka datangkanlah kepada kami azab yang pedih.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah mengingatkan kepada orang-orang mukmin tentang suatu peristiwa, di mana orang-orang kafir Quraisy menentang Nabi Muhammad bahwa apabila benar Al-Qur’an yang disebarluaskan oleh Muhammad itu betul-betul diturunkan dari Allah, seperti dikatakan oleh Nabi dan dijadikan dasar agamanya, maka orang-orang Quraisy meminta kepada Allah agar diberikan bukti, sebagai penguat perkataannya itu. Mereka minta agar diturunkan hujan batu dari langit atau diberi siksaan yang pedih kepada mereka.

Di dalam ayat ini terdapat satu isyarat, sebenarnya orang-orang kafir Quraisy tidak akan mau menjadi pengikut Nabi Muhammad, meskipun apa yang dikatakan Muhammad itu benar-benar ayat-ayat yang diturunkan dari Allah. Hal ini membuktikan bahwa mereka lebih menyukai kehancuran dari pada beriman kepada Muhammad. Mereka meminta kepada Allah agar dihujani batu dari langit atau disiksa dengan siksaan yang pedih.

Isi Kandungan Kosakata

Yaṣuddūna يَصُدُّوْنَ (al-Anfāl/8: 34)

Kata yaṣuddūna terambil dari kata ṣadda-yaṣuddu-ṣudūdan , yang artinya berpaling. Apabila ia mengikuti pola ṣadda-yaṣiddu, maka artinya adalah: tertawa senang atas apa yang didengar. Kata ṣadda-yaṣuddu digunakan Al-Qur’an dalam fungsi sebagai kata kerja lazim (intransitif), sehingga artinya adalah berpaling, seperti yang terdapat dalam surah al-Munāfiqūn/63: 5. Kata ṣadda-yaṣuddu sering digunakan Al-Qur’an dalam fungsi sebagai kata muta’addi (transitif), yang artinya adalah memalingkan orang lain dari sesuatu. Namun, di dalam Al-Qur’an jarang disebutkan obyeknya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto