Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 64 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 64 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 185 •  Quarter Hizb 19.25 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ࣖ

Yā ayyuhan-nabiyyu ḥasbukallāhu wa manittaba‘aka minal-mu'minīn(a).

Wahai Nabi (Muhammad), cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagi engkau dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 64
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah ayat sebelumnya menegaskan kalau masuknya seseorang ke dalam Islam bukan semata-mata usaha manusia tetapi juga anugerah Allah, maka melalui ayat ini Allah hendak menguatkan jiwa Rasulullah dan kaum mukmin agar tetap konsisten dalam berdakwah dan tidak pernah merasa gentar dengan orang-orang kafir atau siapa pun yang menghalang-halangi dan bahkan memeranginya, sebab di belakangnya ada Yang Mahakuat, Allah. Karena itu, beliau diseru, wahai Nabi Muhammad! Tidak ada satu pun yang bisa diandalkan untuk melindungimu, cukuplah Allah menjadi pelindung bagimu dan dikuatkan dengan dukungan dari orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah mengulangi kembali jaminan-Nya kepada Nabi Muhammad, bahwa Allah akan menolongnya dengan bantuan kaum Muslimin yang benar-benar beriman dan yakin sepenuhnya bahwa Allah bersama mereka. Menurut riwayat dari Ibn Abbas, ayat ini turun sehubungan dengan masuk Islamnya Umar, menyusul Islamnya 33 orang laki- laki dan enam orang perempuan, seperti dikemukakan Jubair (lihat Tafsir al-Kabīr, Jilid VIII, hlm 197-198). Dengan keimanan dan keyakinan itu tekad mereka tak akan digoyahkan oleh kejadian atau ancaman apa pun. Keimanan dan keyakinan itu digambarkan Allah dalam firman-Nya:

اَلَّذِ ْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ١٧٣

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, ”Orang-orang (Quraisy) telah mengumpul-kan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, ”Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Āli ‘Imrān/3: 173)

Maka dengan keyakinan dan tekad yang bulat yang ditimbulkan oleh keimanan dan jaminan Allah, kaum Muslimin siap untuk menerima perintah Allah, bagaimana pun berat dan sulitnya, meskipun dengan perintah itu mereka akan menghadapi musuh yang banyak atau bahaya yang besar.

Isi Kandungan Kosakata

Ḥarriḍ حَرِّضْ (al-Anfāl/8: 65)

Kata ḥarriḍ adalah bentuk fi’il amr atau perintah dari ḥarraḍa-yuḥarriḍu- arriḍ-taḥrīḍan, artinya mendorong, menganjurkan. Dalam ayat 65 ini, Allah memerintahkan kepada Nabi agar mendorong dan mengobarkan semangat kaum Muslimin untuk berperang mempertahankan diri dan melindungi orang-orang Islam dari serangan orang-orang kafir dan musyrik dari Mekah. Dorongan Nabi dalam mengobarkan semangat dan keberanian berperang berhasil dengan baik sehingga kualitas sumber daya manusia orang-orang Islam mencapai sepuluh kali kualitas orang-orang kafir. Maka terjadilah Perang Badar pada tahun 2 H, Perang Uhud tahun 3 H, dan Perang Khandak tahun 5 H. Semua peperangan ini terjadi di dekat kota Medinah, karena memang orang-orang kafir Quraisy dari Mekah yang menyerang kaum Muslimin di Medinah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Ḥajj/22: 39, “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka.” Jadi perang yang terjadi pada masa Nabi adalah bersifat defensif yaitu mempertahankan diri dari serangan musuh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto