Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 59 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 59 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 184 •  Quarter Hizb 19 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَبَقُوْاۗ اِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُوْنَ

Wa lā yaḥsabannal-lażīna kafarū sabaqū, innahum lā yu‘jizūn(a).

Janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu mengira (bahwa) mereka dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).

Makna Surat Al-Anfal Ayat 59
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Melihat perilaku buruk mereka itulah, Allah mengancam dengan firman-Nya pada ayat ini. Dan janganlah orang-orang kafir itu, baik Yahudi Bani Quraizah, sesuai konteks ayat ini, maupun siapa saja yang merusak perjanjian dan pengkhianatan, mengira bahwa mereka akan dapat lolos menyelamatkan diri dari kekuasaan atau azab Allah sebagai akibat dari sikap pengkhianatan tersebut. Sungguh, mereka tidak dapat melemahkan Allah atau menghindar dari pengawasan-Nya; dan Allah pasti membalasnya dengan balasan yang setimpal. Rangkaian ayat ini memberi pelajaran kepada kita, bahwa siapa saja yang berlaku khianat dan merusak perjanjian akan menerima laknat Allah, bahkan seandainya ia beragama Islam sekalipun. Karena itu, pengkhianatan dalam konteks apa pun dan dengan alasan apa pun tidak dibenarkan dalam agama.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dan janganlah orang-orang kafir itu mengira bahwa mereka dapat lolos dari kekuasaan Allah, dan dapat selamat dari akibat kejahatan dan pengkhianatan mereka, karena sesunguhnya mereka sama sekali tidak dapat melemahkan Allah. Sebaliknya Allah akan memberi balasan kepada mereka di dunia dengan cara dikalahkan oleh Rasulullah dan kaum Muslimin, sehingga mereka merasakan akibat pengkhianatannya, dan di akhirat pun mereka akan merasakan azab dari Allah yang lebih menghinakan.

Isi Kandungan Kosakata

Khiyānah خِيَانَة (al-Anfāl/8: 58)

Kata khiyānah merupakan maṣdar dari kata khāna-yakhūnu-khaunan- khiyānatan, yang artinya penyimpangan dari yang semestinya. Bila berkaitan dengan janji, maka ia berarti melanggar janji/berkhianat. Ia terambil dari kata khānahuz-zaman berarti waktu merubahnya dari baik menjadi buruk. Kalimat khānahus-saif berarti pedang itu mengkhianatinya dalam arti berubah dari kondisi tajam menjadi tumpul. Karena itu dikatakan, “Pedang adalah saudaramu, dan ia bisa mengkhianatimu.”

Di dalam Al-Qur’an disebutkan lafaz takhtānūna anfusakum (al-Baqarah/2: 187, an-Nisā’/4: 107). Secara harfiah, lafaz tersebut berarti: Kalian mengkhianati diri kalian sendiri. Maksud dari mengkhianati diri sendiri dalam surah al-Baqarah tersebut adalah menyetubuhi istri pada malam hari bulan puasa sebelum diperbolehkan. Disebut mengkhianati diri sendiri karena akibat buruk perbuatan yang dilakukan, kembali kepada diri sendiri. Dari sini Al-Qur’an menyebut kata khā’inatal-a’yun yang secara harfiah berarti pandangan yang berkhianat, maksudnya pandangan yang dilarang dan akibat buruknya kembali kepada diri sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto