Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 58 - Surat Al-Anfāl (Rampasan Perang)
الانفال
Ayat 58 / 75 •  Surat 8 / 114 •  Halaman 184 •  Quarter Hizb 19 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَاِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْۢبِذْ اِلَيْهِمْ عَلٰى سَوَاۤءٍۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْخَاۤىِٕنِيْنَ ࣖ

Wa immā takhāfanna min qaumin khiyānatan fambiż ilaihim ‘alā sawā'(in), innallāha lā yuḥibbul-khā'inīn(a).

Jika engkau (Nabi Muhammad) benar-benar khawatir (akan terjadi) pengkhianatan dari suatu kaum, kembalikanlah (perjanjian itu) kepada mereka dengan cara seimbang (adil dan jujur). Sesungguhnya Allah tidak menyukai para pengkhianat.

Makna Surat Al-Anfal Ayat 58
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan jika engkau, wahai Nabi Muhammad, khawatir akan terjadinya pengkhianatan dari suatu golongan, baik dari Yahudi Bani Quraidhah maupun lainnya, dengan melihat tanda-tandanya yang cukup jelas, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dan kamu jangan melakukan hal yang sama, serta tetap konsistenlah dalam memegang janji dengan cara yang jujur dan tidak berkhianat seperti me-reka. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Jika kaum Muslimin merasa ada tanda-tanda pengkhianatan dari satu golongan yang mengadakan perjanjian pertahanan, haruslah dikembalikan perjanjian itu kepada mereka dan hendaklah mereka berusaha untuk menghalangi terjadinya pengkhianatan itu, dengan jalan mengembalikan perjanjian itu secara jujur disertai peringatan bahwa setelah adanya pengkhianatan itu pihak kaum Muslimin tidak terikat lagi dengan janji apa pun dengan mereka. Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat, dan juga tidak membolehkan pengkhianatan secara mutlak.

Kaum Muslimin dilarang memerangi mereka sebelum ada pemberitahuan, bahwa perjanjian antara mereka dengan pihak lawan tidak berlaku lagi, karena adanya pengkhianatan. Hal ini perlu diumumkan, agar tidak ada tuduhan dari musuh bahwa orang Islam telah memerangi mereka tanpa sebab atau melanggar perjanjian. Allah memberi peringatan pula kepada orang-orang yang berkhianat dengan azab yang akan menimpa diri mereka sebagai akibat dari pengkhianatannya.

Isi Kandungan Kosakata

Khiyānah خِيَانَة (al-Anfāl/8: 58)

Kata khiyānah merupakan maṣdar dari kata khāna-yakhūnu-khaunan- khiyānatan, yang artinya penyimpangan dari yang semestinya. Bila berkaitan dengan janji, maka ia berarti melanggar janji/berkhianat. Ia terambil dari kata khānahuz-zaman berarti waktu merubahnya dari baik menjadi buruk. Kalimat khānahus-saif berarti pedang itu mengkhianatinya dalam arti berubah dari kondisi tajam menjadi tumpul. Karena itu dikatakan, “Pedang adalah saudaramu, dan ia bisa mengkhianatimu.”

Di dalam Al-Qur’an disebutkan lafaz takhtānūna anfusakum (al-Baqarah/2: 187, an-Nisā’/4: 107). Secara harfiah, lafaz tersebut berarti: Kalian mengkhianati diri kalian sendiri. Maksud dari mengkhianati diri sendiri dalam surah al-Baqarah tersebut adalah menyetubuhi istri pada malam hari bulan puasa sebelum diperbolehkan. Disebut mengkhianati diri sendiri karena akibat buruk perbuatan yang dilakukan, kembali kepada diri sendiri. Dari sini Al-Qur’an menyebut kata khā’inatal-a’yun yang secara harfiah berarti pandangan yang berkhianat, maksudnya pandangan yang dilarang dan akibat buruknya kembali kepada diri sendiri.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto