يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّمَنْ فِيْٓ اَيْدِيْكُمْ مِّنَ الْاَسْرٰٓىۙ اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ
Yā ayyuhan-nabiyyu qul liman fī aidīkum minal-asrā, iy ya‘lamillāhu fī qulūbikum khairay yu'tikum khairam mimmā ukhiża minkum wa yagfir lakum, wallāhu gafūrur raḥīm(un).
Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, “Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan menganugerahkan kepada kamu yang lebih baik daripada apa (tebusan) yang telah diambil dari kamu dan Dia akan mengampuni kamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Wahai Nabi Muhammad! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, yakni kekuasaanmu dan sahabat-sahabatmu, “Jika Allah mengetahui, baik pada saat ini maupun akan datang, ada kebaikan di dalam hatimu, berupa keimanan yang benar, tobat yang tulus, niat yang baik serta tekad yang kuat untuk taat kepada Allah dan RasulNya serta menolong agama-Nya, niscaya Dia akan memberikan, kamu wahai kaum musyrik, anugerah yang lebih baik, berupa ampunan dan surga, dari apa yang telah diambil dari kamu berupa tebusan, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kamu.” Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertobat dengan sebenar-benarnya, Maha Penyayang terhadap kaum mukmin dengan senantiasa memberi pertolongan, taufik dan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak.
Ayat ini memerintahkan kepada Rasulullah agar mengatakan kepada para tawanan yang merasa berat hatinya mengeluarkan harta untuk penebus diri mereka bahwa Allah akan mengganti harta yang mereka serahkan itu dengan yang lebih baik dan lebih bersih serta beriman kepada Allah. Allah akan mengampuni segala dosa termasuk syirik, memusuhi kaum Muslimin, memusuhi Islam, agama yang diridai-Nya dan melakukan berbagai macam tindakan yang dimurkai-Nya. Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadap hamba-Nya.
Amkana أَمْكَنَ (al-Anfāl/8: 71)
Lafal amkana adalah fi’il māḍi, amkana-yumkinu-imkānan, artinya memungkinkan, memberi kedudukan, menjadikan berpengaruh atau berkuasa. Pada ayat 71 ungkapan faamkana minhum artinya menjadikan berkuasa terhadap mereka, yaitu jika orang-orang musyrik berkhianat kepada kamu (Muhammad) dan juga berkhianat kepada Allah, maka kini setelah Perang Badar mereka menjadi tawanan perang dan Allah menjadikanmu berkuasa terhadap mereka.
Dalam Perang Badar, meskipun jumlah tentara Islam hanya 313 orang sedangkan tentara kafir Quraisy dari Mekah ada 1000 orang dengan persenjataan lebih lengkap, tetapi berkat semangat juang yang tinggi dan bantuan dari Allah, maka kaum Muslimin mendapat kemenangan gemilang dalam perang tersebut. Tentara Quraisy yang terbunuh sebanyak 70 orang di antaranya adalah Abu Jahal, sementara 70 orang tentara dan tokoh-tokoh Quraisy ditawan, sisanya pulang dan lari dari peperangan karena banyaknya korban dari pihak mereka. Kemenangan Perang Badar ini memberi pengaruh psikologis yang amat besar bagi perjuangan kaum Muslimin selanjutnya, sehingga makin yakin akan kebenaran agama yang dibawa Nabi Muhammad.














































