Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 44 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 44 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 156 •  Quarter Hizb 16.25 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَنَادٰٓى اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ اَصْحٰبَ النَّارِ اَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُّمْ مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۗقَالُوْا نَعَمْۚ فَاَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ اَنْ لَّعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الظّٰلِمِيْنَ

Wa nādā aṣḥābul-jannati aṣḥāban-nāri an qad wajadnā mā wa‘adanā rabbunā ḥaqqan fahal wajattum mā wa‘ada rabbukum ḥaqqā(n), qālū na‘am, fa ażżana mu'ażżinum bainahum al la‘natullāhi ‘alaẓ-ẓālimīn(a).

Para penghuni surga menyeru para penghuni neraka, “Sungguh, kami telah mendapati sesuatu (surga) yang dijanjikan Tuhan kepada kami itu benar. Apakah kamu telah mendapati (pula) sesuatu (azab) yang dijanjikan Tuhan kepadamu itu benar?” Mereka menjawab, “Benar.” Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang yang zalim.”

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 44
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan setelah berada di surga dan bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia yang diperoleh, para penghuni surga menyeru penghuni-penghuni neraka, “Wahai penghuni neraka, sungguh, kami kini telah memperoleh secara nyata setelah sebelumnya kami yakini dalam hati apa yang dijanjikan Tuhan kepada kami yaitu surga dan berbagai kenikmatan yang ada di dalamnya itu benar. Maka Apakah kamu juga telah memperoleh, yakni merasakan, apa yang dijanjikan Tuhan kepadamu berupa siksaan dan azab yang pedih bagi para penentang dan pendurhaka itu benar?” Mereka menjawab, “Benar, kami telah mendapatkannya dan kini kami benar-benar dalam keadaan tersika.” Kemudian penyeru, malaikat, mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang zalim.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa kelak di akhirat akan terjadi dialog antara penghuni surga dan penghuni neraka. Hal ini terjadi, setelah penghuni surga menetap dalam surga dan penghuni neraka sudah menetap dalam neraka. Penghuni surga dengan segala kenikmatan dan kesenangan yang diperoleh, dan dengan wajah berseri-seri menghadapkan mukanya ke arah penghuni neraka yang sedang menderita karena kedurhakaan dan kekafirannya kepada Allah dan kepada Rasulullah, seraya berkata, “Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepada kami yang disampaikan Rasul-Nya. Kami telah memperoleh kesenangan, kemuliaan yang abadi yang tidak dapat kami ceritakan bagaimana nikmatnya dalam surga. Apakah kamu sudah memperoleh azab dan siksaan?” Mereka menjawab, “Benar, kami sedang menerima azab, sebagaimana yang telah diancamkan kepada kami dengan perantaraan Rasul-Nya.” Di tengah-tengah percakapan yang seperti itu, terdengarlah satu seruan dari malaikat yang mengatakan, “Kutukan Allah terhadap orang zalim yang menganiaya dirinya sendiri yang tidak mau menerima kasih sayang Allah semasa di dunia, yaitu memasuki surga yang sudah dijanjikan Allah.”

Isi Kandungan Kosakata

A‘rāf اَعْرَافُ (al-A‘rāf/7: 46)

Kata ini bentuk jamak dari ‘urf yaitu tempat yang tertinggi dari sesuatu. Kata ‘urf bisa terkait dengan sesuatu yang hissi (bisa dilihat) seperti al-A‘rāf. Jengger pada ayam jago juga disebut ‘urf karena ia berada di bagian teratas dari badannya. Rambut yang ada dileher kuda juga disebut ‘urf. Kata yang satu akar dengan ‘urf adalah ‘arf yang berarti wewangian, karena benda itu baunya sehingga diketahui oleh orang banyak. Disamping untuk sesuatu yang ḥissi, digunakan juga untuk yang maknawi seperti kata ‘Irfān yaitu pengetahuan, karena pengetahuan pada mulanya tersembunyi kemudian muncul dan menjadi jelas. Begitu juga dengan Ma’rūf artinya kebaikan, karena hal itu sudah diketahui oleh orang banyak. Sementara Ibn Fāris mengembalikan akar kata (ع- ر- ف) pada arti ketenangan (Sakīnah, ṭuma’nīnah). Contohnya ma’rūf (kebaikan) atau ‘arf (wewangian) yang membikin orang tenang, kebalikan ma’rūf adalah mungkar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto