Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 45 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 45 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 156 •  Quarter Hizb 16.25 •  Juz 8 •  Manzil 2 • Makkiyah

اَلَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًاۚ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ كٰفِرُوْنَۘ

Al-lażīna yaṣuddūna ‘an sabīlillāhi wa yabgūnahā ‘iwajā(n), wa hum bil-ākhirati kāfirūn(a).

(Mereka adalah) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah serta menginginkan jalan itu menjadi bengkok dan mereka itu orang-orang yang mengingkari (kehidupan) akhirat.

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 45
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Yaitu orang-orang yang selama hidup di dunia senantiasa menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah dengan menempuh berbagai cara, dan, lebih dari itu, mereka pun membelokkannya, yakni menggiring manusia dari kebenaran menuju kesesatan. Mereka itulah yang mengingkari dan tidak mempercayai kehidupan akhirat.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim. Yaitu orang-orang yang selalu berusaha melarang diri mereka sendiri ataupun orang lain untuk menuruti jalan Allah sebagaimana yang telah disampaikan Rasul Allah. Melarang mengikuti ajaran-ajaran agama yang benar, untuk mencari keridaan Allah. Berusaha menyesatkan orang lain dari jalan yang benar.

Selain dari itu termasuk orang yang zalim, ialah orang-orang yang berusaha menyelewengkan ajaran agama, tidak menurut ajaran yang sebenarnya. Cara yang mereka pakai untuk tujuan tersebut bermacam-macam. Di antara yang paling besar dosanya ialah menumbuhkan penyakit syirik. Tauhid diubah menjadi syirik dengan mencampuradukkan ajaran tauhid dengan ajaran agama lain dalam beribadah dan berdoa. Mempersekutukan Allah dengan berhala dan lain-lain atau dengan menjadikan berhala itu sebagai waṣilah kepada Allah, perbuatan itu adalah termasuk syirik dan jelas dilarang. Firman Allah:

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (al-Bayyinah/98: 5)

Cara yang lain lagi ialah dengan menimbulkan segala macam keraguan dalam agama, mereka mempersulit cara yang berlebih-lebihan untuk mengerjakan berbagai perintah agama. Sehingga orang lambat-laun akan lari dari agama. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu termasuk orang-orang yang tak percaya kepada akhirat. Mereka tidak percaya datangnya hari Kiamat, tidak percaya dengan hari pembalasan dan lain-lain yang berhubungan dengan hari Kiamat.

Isi Kandungan Kosakata

A‘rāf اَعْرَافُ (al-A‘rāf/7: 46)

Kata ini bentuk jamak dari ‘urf yaitu tempat yang tertinggi dari sesuatu. Kata ‘urf bisa terkait dengan sesuatu yang hissi (bisa dilihat) seperti al-A‘rāf. Jengger pada ayam jago juga disebut ‘urf karena ia berada di bagian teratas dari badannya. Rambut yang ada dileher kuda juga disebut ‘urf. Kata yang satu akar dengan ‘urf adalah ‘arf yang berarti wewangian, karena benda itu baunya sehingga diketahui oleh orang banyak. Disamping untuk sesuatu yang ḥissi, digunakan juga untuk yang maknawi seperti kata ‘Irfān yaitu pengetahuan, karena pengetahuan pada mulanya tersembunyi kemudian muncul dan menjadi jelas. Begitu juga dengan Ma’rūf artinya kebaikan, karena hal itu sudah diketahui oleh orang banyak. Sementara Ibn Fāris mengembalikan akar kata (ع- ر- ف) pada arti ketenangan (Sakīnah, ṭuma’nīnah). Contohnya ma’rūf (kebaikan) atau ‘arf (wewangian) yang membikin orang tenang, kebalikan ma’rūf adalah mungkar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto