Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 113 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 113 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 164 •  Quarter Hizb 17 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَجَاۤءَ السَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوْٓا اِنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ

Wa jā'as-saḥaratu fir‘auna qālū inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).

Para penyihir datang kepada Fir‘aun. Mereka berkata, “(Apakah) kami benar-benar akan mendapat imbalan jika kami menang?”

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 113
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Fir'aun pun mengikuti saran tersebut dan menangguhkan persoalan Nabi Musa dan Nabi Harun, sambil mengumpulkan para pesihir yang pandai di negeri itu. Dan tak berapa lama kemudian para pesihir yang dikumpulkan oleh bala tentara itu pun datang kepada Fir'aun. Mereka tahu peristiwa yang terjadi dan menyadari akan pentingnya keberadaan mereka, sehingga mereka berani berkata kepada Fir'aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar, sesuai tugas berat yang kami emban, jika kami menang dan berhasil mengalahkan sihir Musa?” Begitulah keadaan para penyihir yang selalu merasa butuh dan mengejar materi, sehingga seringkali mati dalam keadaan miskin dan dalam bentuk yang mengerikan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah Fir‘aun mengerahkan orang-orangnya untuk mengumpulkan para ahli sihir yang pandai dari berbagai pelosok wilayah kekuasaannya, ketika para ahli sihir tersebut datang kepada Fir‘aun, dan mereka pun berkata kepadanya, “Apakah kami akan mendapatkan imbalan jasa, atas tugas yang berat ini, bila kami berhasil mengalahkan Musa?” Demikian motivasi para ahli sihir sama dengan latar belakang perjuangan para pembesar Fir‘aun yaitu materi, kedudukan dan uang, tidak ada sama sekali idealisme, spiritualisme maupun moralitas yang luhur. Tujuan hidupnya hanya untuk sesaat yaitu uang.

Isi Kandungan Kosakata

Kosakata : ‘Aṣāka عَصَاكَ (al-A‘rāf/7: 117).

‘Aṣā jamak عِصِيٌّ ‘iṣiyun, ‘uṣiyyun artinya tongkat. Sama halnya dengan “putih bersinar,” yang dengan wahyu atau ilham dari Allah, mukjizat tongkat yang berubah menjadi ular oleh pembesar-pembesar Firaun dikira sihir juga, seperti perbuatan jahat mereka dengan mengumpulkan semua pakar pesihir yang piawai (al-A‘rāf/7: 111). Dalam dunia mereka, sihir bukan kejahatan, bukan tipu muslihat, tetapi sudah merupakan puncak kepiawaian dan kejayaan yang dapat menentukan kedudukan seseorang.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto