Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 202 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 202 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 176 •  Quarter Hizb 18.25 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَاِخْوَانُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ

Wa ikhwānuhum yamuddūnahum fil-gayyi ṡumma lā yuqṣirūn(a).

Teman-teman mereka (orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 202
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan mereka yang bertakwa itu akan selamat, meski teman-teman mereka, yakni orang kafir dan fasik, terus-menerus membantu setan-setan dari kalangan jin dan manusia dalam menyesatkan manusia di bumi, dan sikap mereka lebih buruk lagi, karena mereka tidak hanya membantu sekali atau dua kali, tetapi mereka giat melakukan bantuan tersebut secara terus-menerus dan tidak henti-hentinya menyesatkan dan melakukan perbuatan keji yang dilarang oleh Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa orang jahil dan kafir membantu setan dalam menyesatkan dan berbuat kerusakan. Sebab orang-orang jahil itu selalu dipengaruhi setan dan tidak ingat kepada Allah. Jika timbul dalam diri mereka dorangan nafsu hewani, mereka melampiaskannya dalam bentuk tindakan dan perbuatan hewani. Tidak ada kekuatan jiwa yang membendung nafsu hewani itu. Karena itu mereka terus menerus melakukan kerusakan dan bergelimang dalam kesesatan.

Isi Kandungan Kosakata

Al-’afwu اَلْعَفْوُ (al-A‘rāf /7: 199)

Kata al-’afwu terambil dari akar kata yang terdiri dari huruf (ع- ف- و). Maknanya berkisar pada dua hal, yaitu meninggalkan sesuatu atau memintanya. Dari akar kata itu muncul ‘afwu yang artinya meninggalkan sanksi terhadap yang bersalah atau yang lazim diungkapkan dengan kata memaafkan. Perlindungan Allah dari keburukan dari keburukan disebut ‘afiah. Perlindungan mengandung makna ketertutupan. Dari sini, kata ‘afwu juga diartikan menutupi dan juga terhapus. Selain itu, ada pula yang memahami kata al-’afwu dalam arti moderasi atau pertengahan. Yang memilih prendapat ini menilai bahwa kata itu mencakup segala kebaikan, karena moderasi adalah yang terbaik. Di samping itu, memahaminya dengan makna demikian, pada ayat ini, menghindarkan munculnya kesan pengulangan perintah, karena perintah memaafkan hampir sama dengan perintah terakhir ayat ini, yaitu berpaling dari orang-orang jahil.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto