Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 198 - Surat Al-A‘rāf (Tempat Tertinggi)
الاعراف
Ayat 198 / 206 •  Surat 7 / 114 •  Halaman 176 •  Quarter Hizb 18.25 •  Juz 9 •  Manzil 2 • Makkiyah

وَاِنْ تَدْعُوْهُمْ اِلَى الْهُدٰى لَا يَسْمَعُوْاۗ وَتَرٰىهُمْ يَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ

Wa in tad‘ūhum ilal-hudā lā yasma‘ū, wa tarāhum yanẓurūna ilaika wa hum lā yubṣirūn(a).

Jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarnya. Kamu mengira mereka memperhatikanmu, padahal mereka tidak melihat.”

Makna Surat Al-A‘raf Ayat 198
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan wahai para penyembah berhala, sesembahan kamu itu bukan hanya tidak mampu menolong kamu atau membela dirinya. Yang lebih lemah dari itu pun mereka tak mampu. Jika kamu para penyembah berhala menyeru mereka, berhala-berhala itu, untuk memberi petunjuk kepada kebaikan dan kebenaran, mereka tidak dapat mendengarnya apalagi mengabulkan permintaan itu. Dan engkau wahai Nabi Muhammad lihat mereka, yakni berhala-berhala yang disembah oleh orang-orang musyrik itu ada di hadapanmu seolah-olah memandangmu, sebab berhala-berhala itu dibuat seakan-akan memandang orang yang di hadapannya dengan mata yang bersinar, padahal mereka tidak melihat, karena se-sungguhnya tidak memiliki mata dan tidak pula hati.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menyatakan kembali bahwa meskipun orang musyrikin itu meminta berhala-berhala itu memberi petunjuk kepada mereka, namun berhala-berhala itu tidak akan mendengar permintaan itu. karena benda-benda itu tidak mempunyai pendengaran walaupun dia punya telinga. Kaum musyrikin itu melihat berhala-berhala itu memandang kepada mereka, padahal dia tidak melihat, karena berhala-berhala itu tidak punya penglihatan walaupun ia punya mata yang dipahat oleh pembuatnya.

Isi Kandungan Kosakata

Falyastajībū فَلْيَسْتَجِيْ بُوْا (al-A‘rāf /7: 194)

Kata ini terambil dari ajāba-yujību, yang artinya menjawab, mengabulkan, memenuhi. Yastajību dalam ayat ini dapat diartikan sebagai mereka memenuhi segala perintah Allah. Makna yang demikian mengisyaratkan bahwa yang pertama dan utama dituntut atau harus dipenuhi oleh setiap orang yang berdoa adalah memenuhi segala perintah Allah. Hal ini merupakan konsekwensi logis dari permohonan yang diajukan tentu harus lebih dulu memenuhi syarat yang ada. Kondisi demikian juga selalu diingatkan Rasulullah kepada umatnya. Adalah merupakan sesuatu yang mustahil, bila seseorang berdoa dan memohon sesuatu kepada Allah, tetapi ia masih saja melakukan kemaksiatan. Bila seperti ini keadaannya, bagaimana mungkin doa dikabulkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto