قَالَ يٰقَوْمِ لَيْسَ بِيْ سَفَاهَةٌ وَّلٰكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Qāla yā qaumi laisa bī safāhatuw wa lākinnī rasūlum mir rabbil-‘ālamīn(a).
Dia (Hud) berkata, “Wahai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah rasul dari Tuhan semesta alam.
Dia, Hud, menjawab sekaligus memberikan penjelasan tentang kesalahan anggapan dan dugaan kaumnya, “Wahai kaumku! Aku tidak seperti sangkaanmu. Bukan aku kurang waras karena aku sadar dengan ucapan dan tindakanku. Aku juga bukan pendusta, tetapi yang aku lakukan adalah berdasarkan tuntunan dari Tuhanku karena aku ini adalah seorang rasul yang diutus dari Tuhan seluruh alam kepada kamu semua.
Ayat ini menerangkan bantahan bahwa Nabi Hud tidak sekali-kali berada dalam kesesatan sebagai yang mereka tuduhkan karena dia adalah utusan Allah, diutus kepada mereka untuk menyampaikan perintah-perintah-Nya. Tuhan semesta alam Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat atau lemah akal pikirannya dan siapa yang berada dalam kebenaran atau yang sempurna akal pikirannya.
1. Basṭah بَصْطَةً(al-A‘rāf /7: 69)
Kata yang terdiri dari (ب- ص- ط) mempunyai arti melebarnya sesuatu, lapang, baik hissi maupun maknawi. Yang hissi contohnya pada ayat ini yaitu kaum ‘Ad adalah kaum yang mempunyai perawakan tegar, besar dan kuat. Yang maknawi seperti ungkapan baṣṭ al-yad berarti pemurah, pemberi, seperti pada ayat 245 surah al-Baqarah, dan ayat 27 surah asy-Syūra. Bisa juga berarti menyerang dan memukul (ṣaulah, ḍarbah) seperti pada ayat 28/ al-Mā’idah.
2. Rijsun wa gaḍab رِجْسٌ وَغَضَبٌ(al-A‘rāf /7: 71)
Rijs pada awalnya untuk sesuatu yang buruk dan keji. Lalu dalam konteks ayat ini dipahami sebagai sangsi yang dijatuhkan oleh Allah karena keburukan hati kaum ‘Ad.
Gaḍab artinya murka. Akar kata yang terdiri dari (غ- ض- ب) menunjukkan arti kuat dan keras (quwwah wa syiddah). Allah murka berarti Allah melakukan tindakan keras dan tegas bagi mereka yang melakukan pembangkangan terhadapNya.
3. Qaṭa’nā dābirā قَطَعْنَا دَابِرَا (al-A‘rāf/7: 73)
Qaṭa’ā berarti memutus. Dābir berarti belakang. Maksudnya adalah Allah menghancurkan habis kaum ‘Ad sampai barisan yang ada di belakang pasukan mereka.















































