Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 248 - Surat Al-Baqarah (Sapi)
البقرة
Ayat 248 / 286 •  Surat 2 / 114 •  Halaman 40 •  Quarter Hizb 4.75 •  Juz 2 •  Manzil 1 • Madaniyah

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اٰيَةَ مُلْكِهٖٓ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ التَّابُوْتُ فِيْهِ سَكِيْنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِّمَّا تَرَكَ اٰلُ مُوْسٰى وَاٰلُ هٰرُوْنَ تَحْمِلُهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ࣖ

Wa qāla lahum nabiyyuhum inna āyata mulkihī ay ya'tiyakumut-tābūtu fīhi sakīnatum mir rabbikum wa baqiyyatum mimmā taraka ālu mūsā wa ālu hārūna taḥmiluhul-malā'ikah(tu), inna fī żālika la āyatal lakum in kuntum mu'minīn(a).

Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya Tabut78) kepadamu yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari apa yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagimu jika kamu orang-orang mukmin.

Makna Surat Al-Baqarah Ayat 248
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya tanda atau bukti kerajaannya, yakni kelayakannya untuk mengemban tugas tersebut, ialah datangnya Tabut, yaitu tempat untuk menyimpan Taurat, kepadamu, yang sebelumnya berada di Palestina, yang di dalamnya terdapat sesuatu yang bisa memberi kamu ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat yang hakikatnya hanya diketahui oleh Allah. Sungguh, pada yang demikian itu, yakni peristiwa besar tersebut, terdapat tanda kebesaran Allah bagimu yang bisa membawamu kepada ketaatan dan kerelaan, jika kamu benar-benar orang beriman. Seorang pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya cerdas atau menguasai masalah dan mampu melaksanakan tugas. Untuk membuktikan kelayakannya maka harus dilakukan uji kelayakan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Samuel menyatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah telah memilih Ṭalut sebagai raja yang akan memimpin mereka berperang melawan orang Amalik atau Amaliqah (Amalekit). Sebagai tanda bahwa Ṭalut itu betul-betul telah dipilih oleh Allah ialah kembalinya Tabut (peti pusaka) kepada Bani Israil setelah beberapa tahun hilang dari tangan mereka karena dirampas oleh musuh. Di dalam Tabut itu disimpan beberapa benda sisa peninggalan keluarga Musa dan Harun seperti tongkat Nabi Musa, sandal, serban Nabi Harun, dan beberapa potong pecahan dari piring batu yang dibawa Musa dari Gunung Sinai. Jika Bani Israil mengadakan peperangan, maka Tabut itu selalu dibawa mereka bersama tentara karena dirasakan oleh mereka bahwa Tabut itu dapat menimbulkan semangat dan keberanian dalam peperangan.

Dalam suatu peperangan antara Bani Israil dan orang-orang Amalik, Bani Israil menderita kekalahan yang mengakibatkan Tabut dirampas dan dibawa lari oleh musuh. Setelah Tabut itu berada beberapa lama di tangan orang-orang Amalik, tiba-tiba pada suatu masa Amalik itu ditimpa bermacam-macam malapetaka dan bencana seperti wabah tikus yang merusak tanam-tanaman, dan berjangkitnya penyakit sehingga mereka merasa sial dengan adanya Tabut di tengah-tengah mereka. Mereka beranggapan bahwa malapetaka itu datangnya dari Tuhan Bani Israil yang membalas dendam kepada mereka, lalu mereka mengembalikan Tabut itu kepada Bani Israil dengan jalan menempatkannya dalam sebuah pedati yang ditarik oleh dua ekor sapi. Ternyata pedati itu dikemudikan oleh malaikat sehingga kembali lagi kepada Bani Israil. Kedatangan Tabut itu tepat sekali waktunya dengan terpilihnya Ṭalut sebagai raja. Dengan kembalinya Tabut itu, barulah Bani Israil tunduk dan menerima Ṭalut sebagai raja, sebab yang demikian itu adalah bukti dari Allah bagi orang-orang yang beriman.

Isi Kandungan Kosakata

Tābūt تَابُوْت (al-Baqarah/2: 248)

Tābūt berasal dari bahasa asing (bukan bahasa Arab) yang diarabkan artinya “peti syahadat”, atau “tabut perjanjian”, Ark of the Covenant, benda yang paling suci dalam agama Yahudi, berisi dua keping batu bertuliskan Sepuluh Perintah Tuhan (Ten Commandments).

Tābūt adalah sebuah peti terbuat dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya, dan dibalut dengan emas murni; dibingkai dengan emas dan dituang empat gelang emas, dipasang pada empat penjuru Tabut, dilengkapi dengan kayu pengusung yang dimasukkan ke dalam gelang, dan harus tetap tinggal dalam gelang itu. Demikian menurut Kitab Keluaran 25:1-20, diawali dengan perintah Tuhan kepada Musa, bahwa orang Israel “… harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka …”

Ayat 246 sebelumnya menyebutkan bahwa ada seorang nabi sesudah Musa, yang menurut anggapan ahli kitab orang ini adalah Samuel. Orang-orang Filistin—sebuah suku bangsa purba yang sudah punah menyerang dan menghancurkan mereka. Sebaliknya daripada bertawakal kepada Allah dan berpegang teguh pada keberanian dan persatuan, pihak Israel mengarak Tabut keluar, benda milik mereka yang paling suci, supaya dapat menolong mereka dalam peperangan. Tetapi musuh dapat menaklukkan Israel dan membawa Tabut itu dan menahannya selama tujuh bulan. Setelah itu dikembalikan kepada mereka. Orang-orang Filistin itu kemudian ditaklukkan oleh Samuel (I Samuel vii. 2-7).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto