Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 2 - Surat Al-Bayyinah (Bukti Nyata)
البيّنة
Ayat 2 / 8 •  Surat 98 / 114 •  Halaman 598 •  Quarter Hizb 60.5 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Madaniyah

رَسُوْلٌ مِّنَ اللّٰهِ يَتْلُوْا صُحُفًا مُّطَهَّرَةًۙ

Rasūlum minallāhi yatlū ṣuḥufam muṭahharah(tan).

(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Nabi Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran suci (Al-Qur’an)

Makna Surat Al-Bayyinah Ayat 2
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bukti yang nyata itu adalah Nabi Muhammad, seorang rasul dari Allah yang membacakan kepada mereka lembaran-lembaran yang suci. Itulah Al-Quran yang disucikan dari kebohongan dan kebatilan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang dimaksud bukti itu adalah hati pribadi Nabi saw yang membacakan untuk orang kafir halaman-halaman Al-Qur’an yang bersih dari campur tangan manusia, dari segala macam kesalahan, dan dari penambahan, yaitu bukti yang memancarkan kebenaran. Allah berfirman:

لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهٖ

(Yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang). (Fuṣṣilat/41: 42)

Di dalam Al-Qur’an itu tersimpul ajaran-ajaran yang benar yang terdapat dalam kitab-kitab para nabi yang terdahulu, seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Dalam ayat lain yang hampir sama maksudnya, Allah berfirman:

وَاِنَّه ٗ لَفِيْ زُبُرِ الْاَوَّلِيْنَ

Dan sungguh, (Al-Qur’an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu. (asy-Syu‘arā’/26: 196)

اِنَّ هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰىۙ ١٨ صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ࣖ ١٩

Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa. (al-A‘lā/87: 18-19)

Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan al-kitab ialah surah dan ayat Al-Qur’an, karena setiap surah itu adalah kitab yang kokoh. Ada juga yang memahami sebagai hukum dan peraturan yang terkandung dalam firman-firman Allah yang tidak ada kebatilannya. Dalam ayat lain, Allah berfirman:

اَلْحَمْ دُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١ قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْن َ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ ٢

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. (al-Kahf/18: 1-2)

Isi Kandungan Kosakata

Dīnul-Qayyimah دِيْنُ الْقَيِّمَة (al-Bayyinah/98: 5)

Kata dīn berarti agama, yang terambil dari kata dāna-yadīnu-dīnan, yang berarti patuh, rendah, dan tunduk. Orang yang beragama patuh dan tunduk terhadap ajaran agamanya serta merasa rendah dihadapan Tuhannya.

Kata al-qayyimah terambil dari kata qāma-yaqūmu-qauman, qaumatan, qiyāman, qāmatan, yang berarti berdiri tegak lurus. Kata tersebut digunakan dalam berbagai makna, namun kesimpulan maknanya adalah sempurna dan memenuhi semua kriteria yang diperlukan.

Dengan demikian, maka makna dīnul-qayyimah adalah agama yang sangat lurus dan sangat sempurna. Kata ini hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah al-Bayyinah ayat 5. Sedangkan kata yang seakar dengannya yaitu ad-dīnul-qayyim disebutkan 3 kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah at-Taubah/9: 36, ar-Rūm/30: 30 dan 43.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto