لَمْ يَكُنِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِيْنَ مُنْفَكِّيْنَ حَتّٰى تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُۙ
Lam yakunil-lażīna kafarū min ahlil-kitābi wal-musyrikīna munfakkīna ḥattā ta'tiyahumul-bayyinah(tu).
Orang-orang yang kufur dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan (kekufuran mereka) sampai datang kepada mereka bukti yang nyata,
Orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang musyrik penyembah berhala tidak akan meninggalkan kekafiran mereka sampai datang kepada mereka bukti yang nyata.
Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa orang-orang yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad, yang terdiri dari orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang musyrik, tidak akan melepaskan kekufuran mereka, dan tidak mau meninggalkan tradisi nenek moyang mereka, sampai datang bukti nyata, yaitu diutusnya Nabi Muhammad.
Kedatangan Nabi saw menimbulkan keguncangan dalam akidah dan adat istiadat yang telah berurat dan berakar dalam diri mereka. Mereka menyatakan bahwa apa yang dibawa oleh Nabi saw tidak ada beda atau lebihnya dari apa yang terdapat dalam agama mereka. Dengan demikian, menurut mereka, tidak ada kebaikan mengikuti yang baru dengan meninggalkan yang lama, bahkan mengikuti yang lama lebih menenteramkan jiwa karena tidak bertentangan dengan sikap nenek moyang mereka.
Dīnul-Qayyimah دِيْنُ الْقَيِّمَة (al-Bayyinah/98: 5)
Kata dīn berarti agama, yang terambil dari kata dāna-yadīnu-dīnan, yang berarti patuh, rendah, dan tunduk. Orang yang beragama patuh dan tunduk terhadap ajaran agamanya serta merasa rendah dihadapan Tuhannya.
Kata al-qayyimah terambil dari kata qāma-yaqūmu-qauman, qaumatan, qiyāman, qāmatan, yang berarti berdiri tegak lurus. Kata tersebut digunakan dalam berbagai makna, namun kesimpulan maknanya adalah sempurna dan memenuhi semua kriteria yang diperlukan.
Dengan demikian, maka makna dīnul-qayyimah adalah agama yang sangat lurus dan sangat sempurna. Kata ini hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah al-Bayyinah ayat 5. Sedangkan kata yang seakar dengannya yaitu ad-dīnul-qayyim disebutkan 3 kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah at-Taubah/9: 36, ar-Rūm/30: 30 dan 43.













































