Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 5 - Surat Al-Qadr (Al-Qadar)
القدر
Ayat 5 / 5 •  Surat 97 / 114 •  Halaman 598 •  Quarter Hizb 60.5 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr(i).

Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Makna Surat Al-Qadr Ayat 5
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sejahteralah malam itu sejak matahari terbenam sampai terbit fajar. Pada malam itu Allah hanya menentukan keselamatan dan kesejahteraan bagi makhluknya. Para malaikat juga turun secara bergelombang sambil membawa rahmat, kebaikan, salam, dan berkah dari Allah. Pada malam itu pula, tiap kali berjumpa dengan orang beriman, para malaikat pasti mengucapkan salam kepadanya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa malam tersebut dipenuhi kebajikan dan keberkahan dari permulaan sampai terbit fajar, karena turunnya Al-Qur’an yang disaksikan oleh para malaikat ketika Allah melapangkan dada Nabi-Nya dan memudahkan jalan untuk menyampaikan petunjuk serta bimbingan kepada umatnya.

Isi Kandungan Kosakata

Lailatul-Qadr لَيْلَةُ الْقَدْرِ (al-Qadr/97: 1)

Kata lailah berarti malam, yaitu mulai dari terbenam matahari sampai terbit fajar. Kata lailah juga berarti hitam pekat. Itulah sebabnya malam dan rambut yang hitam keduanya dinamai lail karena malam itu gelap sehingga kelihatan hitam.

Sedang kata al-qadr berasal dari kata qadara/qadira-yaqduru/yaqdar u-qadran wa qudratan wa maqdiratan, yang berarti kuasa/mampu, kadar banyaknya sesuatu, untung, nasib, kekayaan, dan kemuliaan. Tetapi lailatul-qadr sering diartikan dengan malam mulia. Ulama berbeda pendapat tentang makna al-qadr. Ada yang berpendapat artinya adalah penetapan, karena pada Malam Qadar Allah menetapkan perjalanan hidup makhluk selama setahun. Ada pula yang berpendapat bahwa al-qadr maknanya adalah pengaturan karena pada malam turunnya Al-Qur’an itu, Allah mengatur strategi Nabi Muhammad mengajak manusia kepada kebajikan. Pendapat lain mengatakan bahwa al-qadr berarti kemuliaan, karena Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang mulia. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa al-qadr bermakna sempit, karena pada malam turunnya Al-Qur’an banyak malaikat turun sehingga bumi menjadi sempit, penuh sesak dengan para malaikat.

Kata lailatul-qadr disebutkan 3 kali dalam Al-Qur’an dan semuanya disebutkan dalam Surah al-Qadr.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto