Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 4 - Surat Al-Qadr (Al-Qadar)
القدر
Ayat 4 / 5 •  Surat 97 / 114 •  Halaman 598 •  Quarter Hizb 60.5 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Tanazzalul-malā'ikatu war rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr(in).

Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

Makna Surat Al-Qadr Ayat 4
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh, yakni Jibril, dari langit ke bumi dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan makhluk yang telah ditentukan-Nya di Lauh Mahfuz untuk satu tahun mendatang, seperti umur, rezeki, kematian, dan sebagainya. Inilah yang membuat malam itu begitu mulia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menyatakan sebagian dari keistimewaan malam tersebut, yaitu turunnya para malaikat bersama Jibril dari alam malaikat sehingga tampak oleh Nabi saw, terutama Jibril yang menyampaikan wahyu. Penampakan Jibril kepada Nabi saw dalam rupanya yang asli adalah perintah Allah, setelah Ia mempersiapkan Nabi-Nya untuk menerima wahyu yang akan disampaikannya kepada manusia yang mengandung kebajikan dan keberkahan.

Turunnya malaikat ke bumi adalah dengan izin Allah, tidak perlu kita menyelidiki bagaimana cara dan apa rahasianya. Kita cukup beriman saja dengannya. Adapun yang dapat diketahui manusia tentang rahasia alam ini hanya sedikit sekali, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

Sedangka n kamu diberi pengetahuan hanya sedikit. (al-Isrā’/17: 85)

Malam itu (Lailatul-Qadr) adalah hari raya umat Islam karena merupakan waktu turunnya Al-Qur’ān dan malam bersyukur kepada Allah atas kebajikan serta kenikmatan yang dikaruniakan-Nya. Pada saat itu, malaikat ikut bersyukur bersama manusia atas kebesaran malam Qadar, sebagai tanda kemuliaan manusia yang menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Di antara tanda-tanda Lailatul-Qadr adalah matahari terbit tanpa sinarnya yang memancar. Ibnu ‘Abbās meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda tentang Lailatul-Qadr:

لَيْلَ ةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ، لاَ حَارَّةٌ وَلاَ باَرِدَةٌ، تُصْبِحُ شَمْسُهَا صَبِيْحَتَهَا صَفِيْقَةً حَمْرَاءَ. (رواه أبو داود)

Lailatul qadar adalah malam yang tenang dan cerah, tidak panas dan tidak dingin, serta matahari pada pagi harinya berwarna merah terang. (Riwayat Abū Dāwud)

Isi Kandungan Kosakata

Lailatul-Qadr لَيْلَةُ الْقَدْرِ (al-Qadr/97: 1)

Kata lailah berarti malam, yaitu mulai dari terbenam matahari sampai terbit fajar. Kata lailah juga berarti hitam pekat. Itulah sebabnya malam dan rambut yang hitam keduanya dinamai lail karena malam itu gelap sehingga kelihatan hitam.

Sedang kata al-qadr berasal dari kata qadara/qadira-yaqduru/yaqdar u-qadran wa qudratan wa maqdiratan, yang berarti kuasa/mampu, kadar banyaknya sesuatu, untung, nasib, kekayaan, dan kemuliaan. Tetapi lailatul-qadr sering diartikan dengan malam mulia. Ulama berbeda pendapat tentang makna al-qadr. Ada yang berpendapat artinya adalah penetapan, karena pada Malam Qadar Allah menetapkan perjalanan hidup makhluk selama setahun. Ada pula yang berpendapat bahwa al-qadr maknanya adalah pengaturan karena pada malam turunnya Al-Qur’an itu, Allah mengatur strategi Nabi Muhammad mengajak manusia kepada kebajikan. Pendapat lain mengatakan bahwa al-qadr berarti kemuliaan, karena Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang mulia. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa al-qadr bermakna sempit, karena pada malam turunnya Al-Qur’an banyak malaikat turun sehingga bumi menjadi sempit, penuh sesak dengan para malaikat.

Kata lailatul-qadr disebutkan 3 kali dalam Al-Qur’an dan semuanya disebutkan dalam Surah al-Qadr.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto