Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat Al-Qadr (Al-Qadar)
القدر
Ayat 3 / 5 •  Surat 97 / 114 •  Halaman 598 •  Quarter Hizb 60.5 •  Juz 30 •  Manzil 7 • Makkiyah

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in).

Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

Makna Surat Al-Qadr Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan tanpa malam qadar di dalamnya. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai yang sangat tinggi di mata Allah, lebih tinggi daripada ibadah selama seribu bulan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan keutamaan Lailatul-Qadr yang sebenarnya. Malam itu adalah suatu malam yang memancarkan cahaya hidayah sebagai permulaan tasyrī‘ yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia. Malam itu juga sebagai peletakan batu pertama syariat Islam, sebagai agama penghabisan bagi umat manusia, yang sesuai dengan kemaslahatan mereka sepanjang zaman. Malam tersebut lebih utama dari seribu bulan yang mereka lalui dengan bergelimang dosa kemusyrikan dan kesesatan yang tidak berkesudahan. Ibadah pada malam itu mempunyai nilai tambah berupa kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik dari ibadah seribu bulan.

Sebutan kata “seribu” dalam ayat ini tidak bermaksud untuk menentukan bilangannya. Akan tetapi, maksudnya untuk menyatakan banyaknya yang tidak terhingga sebagaimana yang dikehendaki dengan firman Allah:

يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ

Masing-masin g dari mereka ingin diberi umur seribu tahun. (al-Baqarah/2: 96).

Apakah ada malam yang lebih mulia daripada malam yang padanya mulai diturunkan cahaya hidayah untuk manusia setelah berabad-abad lamanya mereka berada dalam kesesatan dan kekufuran? Apakah ada kemuliaan yang lebih agung daripada malam di mana cahaya purnama ilmu makrifah ketuhanan menerangi jiwa Muhammad saw yang diutus sebagai rahmat untuk seluruh manusia, menyampaikan berita gembira dan ancaman serta memanggil mereka ke jalan yang lurus, menjadikan mereka umat yang melepaskan manusia dari belenggu perbudakan dan penindasan penguasa yang zalim di timur dan barat, dan mempersatukan mereka sesudah berpecah-belah dan bermusuh-musuhan?

Maka seyogyanya umat Islam menjadikan malam tersebut sebagai hari raya karena malam itu merupakan waktu turunnya undang-undang dasar samawi yang mengarahkan manusia ke arah yang bermanfaat bagi mereka. Penurunan ini juga memperbaharui janji mereka dengan Tuhan yang berhubungan dengan jiwa dan harta sebagai tanda syukur atas nikmat pemberian-Nya serta mengharapkan pahala balasan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

Lailatul-Qadr لَيْلَةُ الْقَدْرِ (al-Qadr/97: 1)

Kata lailah berarti malam, yaitu mulai dari terbenam matahari sampai terbit fajar. Kata lailah juga berarti hitam pekat. Itulah sebabnya malam dan rambut yang hitam keduanya dinamai lail karena malam itu gelap sehingga kelihatan hitam.

Sedang kata al-qadr berasal dari kata qadara/qadira-yaqduru/yaqdar u-qadran wa qudratan wa maqdiratan, yang berarti kuasa/mampu, kadar banyaknya sesuatu, untung, nasib, kekayaan, dan kemuliaan. Tetapi lailatul-qadr sering diartikan dengan malam mulia. Ulama berbeda pendapat tentang makna al-qadr. Ada yang berpendapat artinya adalah penetapan, karena pada Malam Qadar Allah menetapkan perjalanan hidup makhluk selama setahun. Ada pula yang berpendapat bahwa al-qadr maknanya adalah pengaturan karena pada malam turunnya Al-Qur’an itu, Allah mengatur strategi Nabi Muhammad mengajak manusia kepada kebajikan. Pendapat lain mengatakan bahwa al-qadr berarti kemuliaan, karena Allah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang mulia. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa al-qadr bermakna sempit, karena pada malam turunnya Al-Qur’an banyak malaikat turun sehingga bumi menjadi sempit, penuh sesak dengan para malaikat.

Kata lailatul-qadr disebutkan 3 kali dalam Al-Qur’an dan semuanya disebutkan dalam Surah al-Qadr.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto