لِّتُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتُعَزِّرُوْهُ وَتُوَقِّرُوْهُۗ وَتُسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Litu'minū billāhi wa rasūlihī wa tu‘azzirūhu wa tuwaqqirūh(u), wa tusabbiḥūhu bukrataw wa aṣīlā(n).
agar kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)-Nya, membesarkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya, baik pagi maupun petang.
Aku mengutusmu dengan membawa pesan ini agar kamu semua beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan menaati perintah-Nya, me-nguatkan agama-Nya menghadapi segala musuhnya, dan membesarkan-Nya dengan sungguh-sungguh, dan bertasbih menyucikan kepada-Nya di waktu pagi dan petang, yakni sepanjang waktu.
Allah melakukan yang demikian agar manusia beriman kepada-Nya dan kepada Muhammad saw, sebagai rasul yang diutus-Nya; membela dan menegakkan agama-Nya dengan menyampaikan kepada manusia yang lain; mengagungkan-Nya dengan membesarkan nama-Nya; dan bertasbih dengan memuji dan menyucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya pada setiap pagi dan petang.
1. Yubāyi‘ūnaka يُبَايِعُوْنَك َ (al-Fatḥ/48: 10)
Kata yubāyi‘ūnaka adalah fi‘il muḍāri‘ dalam bentuk jamak dari kata bai‘ yang dapat dipakai dalam arti “tukar-menukar atau transfer keuangan,” atau dalam arti “perjanjian, kesepakatan”. Dalam bentuk kata kerja bāya‘a, berarti “berikrar, menyatakan ikrar setia.” Dalam ayat ini dipakai arti yang kedua, “berikrar, menyatakan ikrar setia.” Baiat dalam bahasa Indonesia mengalami sedikit pergeseran makna, yakni pengakuan dan pengucapan setia kepada organisasi dan pemimpinnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) baiat diartikan “pengucapan sumpah setia kepada imam (pemimpin).”
2. ‘Alaihu عَلَيْهُ (al-Fatḥ/48: 10)
Pada kalimat ini, Imam Hafṣ perawi Imam ‘Āṣim, yaitu salah seorang Imam Qira‘at Tujuh yang masyhur, membaca ha'-nya dengan ḍammah, sementara perawi Imam ‘Aṣim lainnya yaitu Syu‘bah, begitu juga Imam lainnya dari Imam Tujuh atau Imam Sepuluh dari Imam Qira'at yang termasyhur membacanya dengan kasrah. Alasannya membaca ha' dengan ḍammah karena dari segi ketatabahasaan dan ilmu aṣwat (bunyi), huruf ha' adalah huruf yang lemah dari segi sifat atau karakteristiknya. Oleh karena itu, perlu diperkuat dengan harakat ḍammah yang relatif lebih kuat daripada harakat kasrah.














































