Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 6 - Surat Al-Fatḥ (Kemenangan)
الفتح
Ayat 6 / 29 •  Surat 48 / 114 •  Halaman 511 •  Quarter Hizb 51.75 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

وَّيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَالْمُشْرِكٰتِ الظَّاۤنِّيْنَ بِاللّٰهِ ظَنَّ السَّوْءِۗ عَلَيْهِمْ دَاۤىِٕرَةُ السَّوْءِۚ وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَاَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَۗ وَسَاۤءَتْ مَصِيْرًا

Wa yu‘ażżibal-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-musyrikīna wal-musyrikātiẓ-ẓānnīna billāhi ẓannas-sau'(i), ‘alaihim dā'iratus-sau'(i), wa gaḍiballāhu ‘alaihim wa la‘anahum wa a‘adda lahum jahannam(a), wa sā'at maṣīrā(n).

(Juga agar) Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (azab) yang buruk. Allah pun murka kepada mereka, melaknat mereka, dan menyediakan (neraka) Jahanam bagi mereka. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Makna Surat Al-Fath Ayat 6
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

dan Dia, yakni Allah Yang Maha Kuasa, mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan juga orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan dengan azab di dunia dan akhirat. Mereka adalah orang-orang yang berprasangka buruk terhadap Allah dan menyangka bahwa Allah tidak menepati janji-Nya memberikan pertolongan kepada orang-orang mukmin. Mereka akan mendapat giliran azab kebinasaan yang buruk dan Allah murka kepada mereka dan mengutuk mereka sehingga mereka tersiksa di dunia ini serta menyediakan kelak di akhirat neraka Jahanam bagi mereka. Dan neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Baiat kaum Muslimin kepada Nabi, dan penerimaan Perjanjian Hudaibiyyah, dijadikan Allah sebagai alasan untuk:

1. Mengazab orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, baik laki-laki maupun perempuan, berupa kekalahan di dunia di samping timbulnya kebingungan, ketakutan, dan kesedihan pada diri mereka karena melihat kemenangan kaum Muslimin atas mereka, ditawannya sebagian mereka oleh orang-orang yang beriman, terbunuhnya sebagian keluarga mereka dalam peperangan, dan sebagainya. Semula mereka menyangka pasti akan menang dan mengalahkan kaum Muslimin, bahkan sanggup membunuh semuanya. Mereka pada waktu itu yakin bahwa keadaan mereka lebih baik daripada keadaan kaum Muslimin. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya dan segala macam penyesalan mereka itu tidak ada gunanya.

2. Memurkai mereka sehingga kehidupan mereka celaka di dunia dan di akhirat.

3. Melaknat mereka sehingga mereka tersiksa hidup di dunia.

4. Memasukkan mereka ke dalam neraka Jahanam.

Dalam ayat ini, “orang-orang munafik” disebut lebih dahulu daripada “orang-orang musyrik”. Hikmahnya ialah untuk menekankan bahwa orang-orang munafik lebih banyak menimbulkan kerugian bagi orang-orang yang beriman, dibandingkan dengan orang-orang musyrik. Orang munafik merupakan musuh yang tidak tampak dan sukar dihadapi, sedangkan orang-orang musyrik adalah musuh yang tampak dengan jelas sehingga mudah menghadapinya. Sehubungan dengan sikap orang-orang munafik ini, Allah berfirman:

بَلْ ظَنَنْتُمْ اَنْ لَّنْ يَّنْقَلِبَ الرَّسُوْلُ وَالْمُؤْمِنُو ْنَ اِلٰٓى اَهْلِيْهِمْ اَبَدًا وَّزُيِّنَ ذٰلِكَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِۚ وَكُنْتُمْ قَوْمًاۢ بُوْرًا ١٢

Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selama-lamanya dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa. (al-Fatḥ/48: 12)

Di samping bencana, orang-orang munafik dan orang-orang musyrik juga akan menerima kemurkaan Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan disediakan neraka Jahanam yang membakar hangus mereka di akhirat nanti. Neraka Jahanam itu adalah tempat paling buruk yang disediakan bagi mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. As-Sakīnah السَّكِيْنَة (al-Fatḥ/48: 4)

As-Sakīnah berasal dari tiga huruf, sin-kaf-nun, artinya tenang sesudah aktif bergerak atau lawan dari gerak dan guncang. Berbagai arti kata yang lain dari tiga huruf ini semuanya merujuk pada makna ketenangan, seperti maskan yang berarti rumah tempat penghuninya memperoleh ketenangan. Kemudian as-sikkīn (pisau) adalah alat yang menghasilkan ketenangan pada hewan setelah disembelih. Ketenangan yang disebut dalam ayat ini merupakan penghormatan bagi para sahabat untuk mengobati kekecewaan hati mereka terhadap hasil Perjanjian Hudaibiyyah yang menyebabkan mereka gagal melaksanakan umrah. Setelah Rasul menjelaskan berbagai kemaslahatan yang diperoleh kaum Muslimin dengan isi perjanjian itu, maka jiwa mereka menjadi tenang dan mantap. Mereka yakin bahwa kemenangan akan selalu berpihak pada mereka, selama mereka menaati Allah dan Rasul-Nya.

2. Junūd جُنُوْد (al-Fatḥ/48: 7)

Al-Junūd artinya bala tentara, bentuk jamak dari al-jund. Kata al-jund pada awalnya bermakna tanah yang keras, padat, dan berbatu-batu. Dari kata ini lahir kata baru yang sesuai dengan konteksnya, sehingga kata jund bermakna sekelompok orang yang memiliki sikap tegas dan bersama-sama berkumpul untuk mencapai tujuan yang diperjuangkan. Bala tentara Allah itu banyak di langit dan di bumi, baik yang terlihat maupun yang tidak (at-Taubah/9:40), yang diketahui maupun yang tidak bisa diketahui (al-Muddaṡṡir/74:31). Namun bala tentara Allah tetap berada dalam kekuasaan-Nya dan melaksanakan perintah-Nya untuk melaksanakan sesuatu sesuai kehendak Allah. Di antara bala tentara Allah di langit adalah malaikat dan hujan yang Allah turunkan pada Perang Badar, angin yang dikirim ketika terjadi Perang Ahzab (Khandaq). Sedangkan bala tentara Allah di bumi adalah kaum Muslimin yang terdiri dari berbagai kabilah, yang memenuhi panggilan Nabi Muhammad untuk berjihad sehingga tercapai pembebasan Mekah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto