Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 23 - Surat Al-Fatḥ (Kemenangan)
الفتح
Ayat 23 / 29 •  Surat 48 / 114 •  Halaman 513 •  Quarter Hizb 52 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

سُنَّةَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖوَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا

Sunnatallāhil-latī qad khalat min qabl(u), wa lan tajida lisunnatillāhi tabdīlā(n).

(Demikianlah) sunatullah yang sungguh telah berlaku sejak dahulu. Kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada sunatullah itu.

Makna Surat Al-Fath Ayat 23
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah hukum Allah, yakni ketetapan Allah senantiasa menolong orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang yang mendustakan-Nya. Itu adalah kebiasaan yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menegaskan bahwa memenangkan keimanan atas kekafiran dan menghapus yang batil dengan yang hak telah menjadi sunah (hukum) Allah yang berlaku bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya sejak dahulu sampai sekarang, dan untuk masa yang akan datang. Tidak ada satu pun dari makhluk yang ada di alam semesta ini yang dapat mengubah sunah-Nya itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Baṭni Makkah بَطْنِ مَكَّةَ (al-Fatḥ/48: 24)

Baṭni (jamak: buṭūn) untuk manusia dan hewan berarti perut, lambung, dan berarti dataran rendah atau lembah untuk tempat dan daerah. Sepotong ayat, bi baṭni Makkata berarti “di dataran rendah pusat kota Mekah.” Mekah adalah kota suci bagi semua orang Arab, jauh sejak sebelum Islam, dan di kota ini terletak Ka‘bah. Bagian yang menjadi pusat kota dikelilingi oleh dataran tinggi atau perbukitan di sekitarnya.

2. Aẓfarakum اَظْفَرَكُمْ (al-Fatḥ/48: 24)

Ungkapan aẓfarakum artinya: Ia (Allah) telah memberikan kemenangan kepada kamu. Ungkapan lengkapnya ba‘da an aẓfarakum ‘alaihim, artinya “setelah Allah memenangkan kamu atas mereka.” Ungkapan tersebut berhubungan dengan kemenangan kaum mukmin yang memenangkan beberapa kali peperangan sebelum Perdamaian Hudaibiyyah. Kaum kafir Mekah telah menyerang kota Medinah sebanyak tiga kali, masing-masing dengan pasukan yang kuat untuk menghancurkan Islam, tetapi setiap serangan dipukul mundur oleh kaum mukmin dengan kekalahan besar di pihak musuh. Hal tersebut diungkapkan dalam kalimat ba‘da an aẓfarakum ‘alaihim (setelah Allah memenangkan kamu atas mereka). Namun mereka menyodorkan kalimat-kalimat perjanjian yang merendahkan martabat kaum Muslimin, walaupun itu diterima oleh Nabi demi menghindari pertumpahan darah dan kecintaan beliau kepada perdamaian. Beberapa hadis sahih menerangkan bahwa Sayyidina ‘Umar bin Khaṭṭāb secara terbuka mengemukakan sakitnya perasaan beliau waktu itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto