Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 28 - Surat Al-Fatḥ (Kemenangan)
الفتح
Ayat 28 / 29 •  Surat 48 / 114 •  Halaman 514 •  Quarter Hizb 52 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

Huwal-lażī arsala rasūlahū bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓhirahū ‘alad-dīni kullih(ī), wa kafā billāhi syahīdā(n).

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia mengunggulkan (agama tersebut) atas semua agama. Cukuplah Allah sebagai saksi.

Makna Surat Al-Fath Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dialah yang mengutus Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dengan membawa petunjuk, ilmu yang bermanfaat dan amal saleh, dan agama yang benar, yaitu agama Islam agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini ditegaskan kebenaran Muhammad saw sebagai rasul yang diutus Allah kepada manusia dengan menyatakan bahwa dia adalah rasul Allah yang diutus untuk membawa petunjuk dan agama Islam sebagai penyempurna terhadap agama-agama dan syariat yang telah dibawa oleh para rasul sebelumnya, menyatakan kesalahan dan kekeliruan akidah-akidah agama dan kepercayaan yang dianut manusia yang tidak berdasarkan agama, dan untuk menetapkan hukum-hukum yang berlaku bagi manusia sesuai dengan perkembangan zaman, perbedaan keadaan dan tempat. Hal ini juga berarti dengan datangnya agama Islam yang dibawa Muhammad saw, maka agama-agama yang lain tidak diakui lagi sebagai agama yang sah di sisi Allah.

Pada akhir ayat ini, dinyatakan bahwa semua yang dijanjikan Allah kepada Rasulullah saw dan kaum Muslimin itu pasti terjadi dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi terjadinya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ar-Ru’yā bil-Ḥaqq الرُّءْيَا بِالْحَقِّ (al-Fatḥ/48: 27)

Kata atau ungkapan tersebut adalah maf‘ūl bih (objek penderita) dari fi‘il (kata kerja) dan fā‘il (subjek) sebelumnya, yaitu: laqad ṣadaqallāhu rasūlahu, yang artinya sungguh, Allah akan membuktikan kepada rasul-Nya. Ar-ru’yā bil-ḥaqq, artinya “akan kebenaran mimpinya.” Keberangkatan Nabi Muhammad ke Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah pada tahun ke-6 Hijrah, yang diiringi oleh 1400 sahabat, itu dilakukan atas dasar mimpi yang diuraikan dalam ayat ini. Dalam mimpi, Nabi saw melihat dirinya dan para sahabat menunaikan ibadah umrah. Tetapi kaum kafir Mekah merintangi beliau di Hudaibiyyah, dan di sini dibuatlah suatu perjanjian perdamaian yang menurut bunyi perjanjian Nabi saw harus kembali ke Medinah tanpa melakukan ibadah umrah. Oleh karena itu, kebenaran mimpi Rasulullah saw ditekankan Allah di sini, hal ini agar dimaklumi bahwa keberangkatan beliau bersama sejumlah sahabat untuk menunaikan ibadah ke Mekah adalah benar atas dasar mimpi beliau yang juga benar dan dibenarkan Allah. Jadi, mimpi Rasulullah yang menjadi dasar keberangkatan beliau bersama sejumlah sahabat untuk menunaikan ibadah umrah ke Mekah merupakan mimpi yang benar (ar-ru’yā bil-ḥaqq), yakni suatu mimpi yang berasal dari Allah.

2. Muḥalliqīn مُحَلِّقِيْنَ (al-Fatḥ/48: 27)

Muḥalliqīn adalah bentuk isim fā‘il dari ḥallaqa-yuḥalliqu-muḥa lliqun. Akar katanya adalah ḥa-lam-qaf artinya berkisar pada tiga hal yaitu pertama, mencukur rambut sebagaimana yang dimaksud pada ayat ini. Jika dikatakan ra'sun ḥalīq artinya rambut kepala yang dicukur habis. Kedua, alat yang melingkar. Cincin raja disebut juga al-ḥilq dan ketiga, ketinggian sesuatu. Jika dikatakan ḥallaqa aṭ-ṭā'ir artinya burung itu terbang tinggi.

3. Muqaṣṣirīn مُقَصِّرِيْنَ (al-Fatḥ/48: 27)

Muqaṣṣirīn merupakan bentuk isim fā‘il dari qaṣṣara-yuqaṣṣiru-mu qaṣṣirun. Akar katanya qaf-ṣad-ra' artinya berkisar pada dua hal, yaitu pertama, tidak tercapainya sesuatu ke batas akhir. Kedua, tertahan, terkekang, dan yang sejenisnya. Arti “pendek” lawan dari panjang juga termasuk dalam kategori ini. Salat yang di-qaṣar adalah salat yang diringkas, diperpendek, semestinya empat rakaat menjadi dua rakaat. Orang yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan disebut juga muqaṣṣir. Al-Qaṣr artinya istana, karena orang yang tinggal di dalamnya tertahan di sana. Orang yang memangkas rambutnya sedikit atau memendekkannya disebut muqaṣṣir sebagaimana pada ayat ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto