وَاِذَآ اُلْقُوْا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُّقَرَّنِيْنَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُوْرًا ۗ
Wa iżā ulqū minhā makānan ḍayyiqam muqarranīna da‘au hunālika ṡubūrā(n).
Apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dalam keadaan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.526)
Dan apabila mereka, yakni orang-orang kafir itu, dilemparkan dengan kasar dan hina ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu tangan dan lehernya, mereka di sana berteriak mengharapkan datangnya kebinasaan yang akan mengakhiri pedihnya siksa yang mereka terima. Ketika itu dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu berteriak mengharapkan pada hari ini satu kebinasaan saja, melainkan harapkanlah kebinasaan yang banyak dan berulang-ulang. Berharaplah demikian karena tiap kali binasa, kamu akan dihidupkan kembali untuk merasakan kebinasaan yang lain lagi.” Pada akhirnya, harapan akan datangnya kebinasaan yang benar-benar mengakhiri azab mereka di neraka tidak akan pernah mereka peroleh.
Bila mereka dilemparkan ke suatu tempat yang sempit di neraka itu dengan tangan terbelenggu di sanalah mereka akan berseru “Celakalah aku! Kenapa aku dahulu mengacuhkan petunjuk yang diturunkan Allah dengan perantaraan Rasul-Nya, kenapa aku membantah dan menolaknya benar-benar aku ini seorang yang celaka.”
1. Tagayyuẓan wa zafīran تَغَيُّظًا وَزَفِيْرًا (al-Furqān/25: 12)
Tagayyuẓan artinya kegeraman, terambil dari kata al-gaiẓ yang berarti memuncaknya kemarahan dari seseorang. Sering juga dikatakan jika orang sedang marah darahnya mendidih. Tagayyuẓ berarti memperlihatkan kemarahan. Terkadang disertai juga dengan suara yang meledak-ledak.Dari sini muncul arti “geram”.
Zafīr akar katanya (ز- ف- ر) yang mempunyai dua arti. Pertama, muatan, beban, dan bawaan (ḥiml). Seorang lelaki disebut zufar karena dia membawa muatan berupa harta benda. Sungai yang besar juga disebut demikian karena membawa air yang banyak. Kedua, suara. Pengertian kedua inilah yang tepat dengan ayat ini. Pada mulanya zafīr adalah untuk nafas yang terengah-engah (taraddudun nafas) atau nafas yang panjang sehingga tulang rusuknya membesar. Dari sini muncul arti “nyala”.
Tagayyuẓ dan zafīr adalah gambaran penghuni neraka yang mengeluarkan suara geram dan nyala. Dengan dua gambaran ini saja sudah cukup bisa membayangkan situasi kejiwaan mereka yang diliputi oleh seribu macam kekalutan dan kemarahan dan lain sebagainya.
2. Ṡubūran ثُبُوْرًا (al-Furqān/25: 13)
Akar kata dari (ث - ب- ر) mempunyai tiga arti. Pertama, kemudahan. Kedua, kerusakan atau kecelakaan. Ketiga, menekuni satu pekerjaan secara terus menerus. Dari ketiga arti ini, arti kedua lah yang dimaksud oleh ayat ini.

















































