Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 33 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 33 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 363 •  Quarter Hizb 37 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَا يَأْتُوْنَكَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاَحْسَنَ تَفْسِيْرًا ۗ

Wa lā ya'tūnaka bimaṡalin illā ji'nāka bil-ḥaqqi wa aḥsana tafsīrā(n).

Tidaklah mereka datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik.

Makna Surat Al-Furqan Ayat 33
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kemudian Allah menghibur Nabi Muhammad agar beliau bertambah semangat dalam berdakwah, dan tidak peduli dengan semua permintaan orang musyrik yang mengada-ada itu. Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, seperti permintaan mereka yang mengada-ada, dengan tujuan mencederai kenabianmu. Melainkan Kami datangkan kepadamu suatu jawaban yang benar dan tepat, akan melemahkan sanggahan-sanggahan mereka yang batil dan penjelasan yang paling baik, sehingga akan jelas mana yang benar dan mana yang salah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia tidak akan membiarkan orang-orang kafir itu datang kepada Nabi membawa sesuatu yang batil yang mereka ada-adakan untuk menodai kerasulannya. Allah hanya akan mendatangkan kepada Nabi suatu yang benar untuk menolak tuduhan mereka dan memberikan penjelasan yang paling baik. Hal seperti ini tersebut pula dalam firman Allah:

بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِذَا هُوَ زَاهِقٌ

Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiyā’/21: 18)

Isi Kandungan Kosakata

Linuṡabbita Bihī لِنُثَبِّتَ بِهِ (al-Furqān/25: 32)

Akar katanya adalah ṡabata-yaṡbutu-ṡubūt, artinya “kukuh”, baik secara fisik maupun dalam pandangan/pikiran. Secara fisik, misalnya, seseorang yang gagah berani dalam peperangan disebut rajul ṡabt atau rajul ṡābīt. Orang itu dengan demikian memang kukuh secara fisik. Dalam pandangan, misalnya ungkapan, nubuwwatun-nabiyy ṡābitah ‘kenabian Nabi (Muhammad) kukuh’, artinya “jelas”, tidak diragukan dalam pandangan/pikiran. Lawan ṡubūt adalah zawāl ‘miring’, tidak kukuh. Dari akar kata ṡabata itu dibentuk kata ṡabbata-yuṡabbitu-taṡb īt artinya “mengukuhkan”. Dengan demikian yuṡabbitu adalah muḍāri’ (bentuk kata kerja masa kini) dari ṡabbata itu. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat, yuṡabbitu Allāhu al-lażīna āmanū bil-qauli aṡ-ṡābit ‘Allah mengokohkan orang yang beriman dengan ucapan yang kukuh’ (Ibrāhīm/14: 27), yaitu dengan dalil-dalil atau bukti-bukti yang tak terbantahkan.

Nuṡabbit artinya “Kami kukuhkan”. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat: każālika linuṡabbita bihī fu’ādaka ‘Demikianlah, supaya Kami kukuhkan dengannya hatimu’ (al-Furqān/25: 32). “Kami” di sini maksudnya adalah Allah, “dengannya” adalah dengan Al-Qur’an, dan “hatimu” adalah hati Nabi Muhammad. Allah mengukuhkan hati Nabi saw dengan Al-Qur’an maksud-nya adalah dengan menurunkan Al-Qur’an itu kepada beliau secara berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Dengan seringnya ayat-ayat turun dan datangnya Jibril akan memudahkan Al-Qur’an dicerna dan diimplementasi-kan, serta akan menggairahkan semangat Nabi saw dalam berdakwah. Perlu ditambahkan bahwa kata ganti orang pertama nā ( نا ) yang berarti “Kami” pada ayat ini dinisbahkan kepada Allah untuk menunjukkan bahwa ketika Allah mengokohkan hati Nabi, terlibat pula pihak lain yaitu malaikat Jibril, karena Allah melakukan pengokohan itu melalui petugas-Nya itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto