لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا
Laqad aḍallanī ‘aniż-żikri ba‘da iż jā'anī, wa kānasy-syaiṭānu lil-insāni khażūlā(n).
Sungguh, dia benar-benar telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika telah datang kepadaku. Setan itu adalah (makhluk) yang sangat enggan menolong manusia.”
“Sungguh, dia si fulan tadi, telah menyesatkan aku dari peringatan Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Semestinya aku tersadar, beriman, membacanya, menghayatinya dan mengamalkannya, tapi aku lalai dan terkesima dengan kehidupan duniaku. Dan setan memang pengkhianat manusia. Dia berusaha dengan tipu muslihat yang sangat halus untuk menyingkirkan manusia dari jalan yang benar.”
Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir itu berkata, “Seseorang telah menyesatkan aku dari ajaran Al-Qur’an dan dari beriman kepada Muhammad setelah petunjuk itu datang kepadaku.” Adalah kebiasaan setan menipu manusia dan memalingkannya dari kebenaran dan tidak mau menolong manusia yang telah disesatkannya itu.
1. Fulānan Khalīlan فُلَانًا خَلِيْلًا (al-Furqān/25: 28)
Fulānan khalīlan artinya fulan sebagai teman akrab. Fulan yaitu seseorang, siapa pun namanya, yang menjadi teman akrab ketika hidup di dunia. Teman akrab memang dapat mempengaruhi hidup seseorang, sehingga jalan hidup orang itu menjadi baik, beriman, bertakwa, dan beramal saleh. Tetapi teman akrab dapat pula mempengaruhi pada hal-hal yang buruk seperti berbuat maksiat, durhaka kepada orang tua bahkan kepada agama dan lain-lain. Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih teman yang baik untuk dijadikan teman akrab, tidak memilih orang-orang yang ingkar kepada agama sebagai teman akrab. Supaya tidak menyesal di akhirat nanti sebaiknya kita juga tidak berteman akrab dengan orang musyrik, atau yang tidak percaya kepada Tuhan, suka berbuat maksiat, dan melanggar larangan agama.
2. Khażūlan خَذُوْلًا (al-Furqān/25: 29)
Khażūlan berasal dari fi’il او خذلانا ﺧﺬلا ﻳﺨﺬل ﺧﺬل artinya: menelantarkan, tidak memberi pertolongan, atau mengabaikan. Khażūlan adalah bentuk ṣīgah mubālagah seperti fa‘ūl dan gafūr yang berarti banyak sekali melakukan hal-hal yang disebut dalam kata dasar tersebut. Khażūlan dalam ayat 29 Surah al-Furqān ini berarti banyak sekali menelantarkan, tidak acuh sama sekali, tidak mau memberi pertolongan sedikit pun. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa setan sejak dahulu memang selalu tidak mau menolong manusia, dia lebih suka menjerumuskan manusia kepada hal-hal yang tidak baik. Setan lebih suka manusia tersesat dan durhaka daripada memperoleh petunjuk dan pertolongan.















































