Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 28 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 28 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 362 •  Quarter Hizb 37 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا

Yā wailatā laitanī lam attakhiż fulānan khalīlā(n).

Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan530) sebagai teman setia.

Makna Surat Al-Furqan Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

“Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu ketika di dunia aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab-ku, temanku itulah yang ikut mempengaruhiku, sehingga aku menjadi pendosa dengan kekafiran dan kemusyrikan.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada hari itu, orang-orang yang zalim akan menggigit jari mereka dengan penuh penyesalan karena telah melalaikan kewajiban-kewajibannya selama hidup di dunia. Dengan sombong, mereka telah berpaling dari kebenaran yang dibawa oleh utusan Allah kepada mereka. Mereka menangis tersedu-sedu menyesali diri seandainya dulu ketika hidup di dunia mereka mengikuti ajakan Rasulullah kepada jalan yang lurus yang membawa keselamatan dunia dan akhirat. Mereka berkata dengan penuh penyesalan, “Seandainya aku di dunia dulu mengikuti Muhammad, bersama-sama beliau menuju jalan yang benar. Andaikan aku dulu dapat menahan kesombongan sehingga dengan tulus ikhlas memeluk agama Islam, niscaya aku tidak merasakan kesulitan ini.” Hanya sayang penyesalan itu tidak berguna lagi.

Mereka menyesal karena keliru mencari kawan. Ini kecelakaan dan kebinasaan yang besar. “Seandainya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku, tentu dia tidak dapat menjerumuskan aku ke dalam kesesatan.” Memang yang menjerumuskan manusia ke dalam kecelakaan dan kesesatan itu ada kalanya setan sendiri atau setan yang berbentuk manusia, seperti seorang musyrik Arab yang bernama Ubay bin Khalaf.

Persahabatan ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ dengan Ubay bin Khalaf sangat berpengaruh baginya. ‘Uqbah bin Abī Mu‘aiṭ sering menghadiri pengajian Nabi Muhammad sehingga menjadi kenalan yang baik. Pada suatu hari, ia mengundang Nabi Muhammad untuk makan di rumahnya. Ketika itu, Nabi tidak mau makan kecuali jika ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ mau masuk Islam, lalu ‘Uqbah membaca dua kalimat syahadat.

Namun sahabat ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ yang bernama Ubay bin Khalaf tidak senang dan marah kepadanya. ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ lalu mengatakan bahwa ia masuk Islam hanya pura-pura saja. Ubay bin Khalaf menyuruh agar ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ meludahi wajah Nabi Muhammad. Hal itu lalu dilakukannya ketika beliau sedang melaksanakan salat di Dār an-Nadwah, dekat Baitullah. ‘Uqbah bin Abī Mu’aiṭ mematuhi apa yang dikehendaki sahabatnya. Demikianlah akibat persahabatan dengan orang yang tidak baik akan membawa akibat yang tidak baik pula.

Nabi Muhammad memberi pedoman agar selalu mencari sahabat atau teman akrab yang baik. Sabda beliau:

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ (رواه أبو داود والترمذي عن أبي هريرة)

Seseorang akan mengikuti perilaku temannya, maka perhatikanlah siapa temanmu. (Riwayat Abū Dāwud dan at-Tirmiżī dari Abū Hurairah)

Dan sabda Rasulullah saw:

إنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيْسُ السُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يَحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً. (رواه الشيخان عن أبي موسى الأشعرى)

Perumpamaan teman duduk yang baik dan yang jahat ialah seperti pembawa minyak kasturi dan pandai besi. Pembawa minyak kasturi itu adakalanya kamu menerima atau membeli minyak daripadanya. Dan paling sedikit kamu mendapatkan bau harum daripadanya. Adapun pandai besi kadang-kadang ia membakar pakaianmu (karena semburan apinya) atau kamu menjumpai bau yang tidak sedap.” (Riwayat asy-Syaikhān dari Abū Mūsa al-Asy’arī).

Isi Kandungan Kosakata

1. Fulānan Khalīlan فُلَانًا خَلِيْلًا (al-Furqān/25: 28)

Fulānan khalīlan artinya fulan sebagai teman akrab. Fulan yaitu seseorang, siapa pun namanya, yang menjadi teman akrab ketika hidup di dunia. Teman akrab memang dapat mempengaruhi hidup seseorang, sehingga jalan hidup orang itu menjadi baik, beriman, bertakwa, dan beramal saleh. Tetapi teman akrab dapat pula mempengaruhi pada hal-hal yang buruk seperti berbuat maksiat, durhaka kepada orang tua bahkan kepada agama dan lain-lain. Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih teman yang baik untuk dijadikan teman akrab, tidak memilih orang-orang yang ingkar kepada agama sebagai teman akrab. Supaya tidak menyesal di akhirat nanti sebaiknya kita juga tidak berteman akrab dengan orang musyrik, atau yang tidak percaya kepada Tuhan, suka berbuat maksiat, dan melanggar larangan agama.

2. Khażūlan خَذُوْلًا (al-Furqān/25: 29)

Khażūlan berasal dari fi’il او خذلانا ﺧﺬلا ﻳﺨﺬل ﺧﺬل artinya: menelantarkan, tidak memberi pertolongan, atau mengabaikan. Khażūlan adalah bentuk ṣīgah mubālagah seperti fa‘ūl dan gafūr yang berarti banyak sekali melakukan hal-hal yang disebut dalam kata dasar tersebut. Khażūlan dalam ayat 29 Surah al-Furqān ini berarti banyak sekali menelantarkan, tidak acuh sama sekali, tidak mau memberi pertolongan sedikit pun. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa setan sejak dahulu memang selalu tidak mau menolong manusia, dia lebih suka menjerumuskan manusia kepada hal-hal yang tidak baik. Setan lebih suka manusia tersesat dan durhaka daripada memperoleh petunjuk dan pertolongan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto