يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ يَسْعٰى نُوْرُهُمْ بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ بُشْرٰىكُمُ الْيَوْمَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۚ
Yauma taral-mu'minīna wal-mu'mināti yas‘ā nūruhum baina aidīhim wa bi'aimānihim busyrākumul-yauma jannātun tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā, żālika huwal-fauzul-‘aẓīm(u).
Pada hari engkau akan melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka,) “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (dan) mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kemenangan yang sangat agung.”
Usai menerangkan fadilah berinfak di jalan Allah, melalui ayat berikut Allah menjelaskan balasan di akhirat bagi orang yang berinfak. Ingatlah pada hari ketika engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan di akhirat, betapa cahaya mereka yang terang bersinar di depan dan di samping kanan mereka sebagai balasan atas kebajikan dan kepatuhan mereka. Dikatakan kepada mereka, “Pada hari ini ada berita gembira untukmu. Allah menganugerahkan kepadamu surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan air, susu yang tidak berubah rasa, khamr yang lezat, dan madu. Mereka semua kekal di dalamnya. Demikian itulah anugerah dan kemenangan yang agung dari Allah.”
Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang mukmin akan memperoleh pahala yang besar di akhirat, yaitu diberikan cahaya di hadapan dan dikanannya sesuai kadar amal saleh yang dilakukan, yang mengantarkan ke surga. Dalam sebuah hadis disebutkan:
يُؤْتَو نَ نُوْرَهُمْ عَلَى قَدَرِ أَعْمَالِهِمْ يَمُرُّوْنَ عَلَى الصِّرَاطِ، مِنْهُمْ مَنْ نُورُهُ مِثْلُ الجَبَلِ، وَمِنْهُمْ مَنْ نُورُهُ مِثْلُ النَّخْلَةِ، وَأَدْنَاهُمْ نُوْرًا مَنْ نُورُهُ عَلَى إِبْهَامِهِ يُطْفَأُ مَرَّةً وَيُوْقَدُ أُخْرىَ. (رواه ابن جرير وابن مردويه والبيهقى)
Mereka menerima cahayanya sesuai dengan kadar amalannya. Mereka melewati aṣ-ṣirāṭ. Di antara mereka ada yang cahayanya sebesar gunung, ada pula yang sebesar pohon kurma, sedangkan cahaya yang paling kecil sebesar ibu jari, kadang menyala kadang padam. (Riwayat Ibnu Jarīr, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqī)
Mereka membersihkan jiwa mereka dengan tauhid dan beramal saleh, tidak mempersekutukan-Nya, sehingga kembali kepada-Nya dengan jiwa yang ikhlas serta menerima buku catatan amal perbuatan mereka dengan tangan kanan, sebagaimana Allah menyatakan dalam firman-Nya:
فَاَمَّ مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖۙ ٧ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ ٨ وَّيَنْقَلِبُ اِلٰٓى اَهْلِهٖ مَسْرُوْرًاۗ ٩
Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (al-Insyiqāq/84: 7-9)
Ketika itu malaikat berkata kepada orang mukmin, “Bergembiralah kamu dengan memasuki surga yang mengalir di dalamnya sungai sebagai balasan yang setimpal dengan amal perbuatan kamu dan usaha kamu untuk menjauhkan diri dari syirik dan dosa, oleh karena zikirmu yang terus-menerus, maka berbahagialah kamu dalam amal perbuatanmu itu.”
Dalam ayat lain Allah menyatakan:
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَه َا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِم ْ وَذُرِّيّٰتِهِ مْ وَالْمَلٰۤىِٕك َةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍۚ ٢٣ سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِۗ ٢٤
(Yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), “Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.” Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu. (ar-Ra‘d/13: 23-24)
Sebagai penutup ayat ini, Allah menyatakan bahwa kehebatan hidup dalam surga yang keadaannya telah diketahui orang mukmin adalah suatu kemenangan besar yang diidam-idamkan, setelah mereka bebas dari siksa Allah.
1. Naqtabis نَقْتَبِسْ (al-Ḥadīd/57: 13)
Kata naqtabis adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata iqtabasa, yang terbentuk dari kata qabasa. Kata qabasa berarti mengambil, sebagaimana dalam kalimat qabasa an-nār yang berarti ia mengambil api. Dari kata tersebut diambil kata al-qibs yang berarti pangkal atau dasar. Dan dari kata ini diambil dari kata qabas yang berarti api yang diambil dari ujung sebuah tongkat. Tampaknya, kedua kata qabasa dan kata iqtabasa yang mendapatkan tambahan dua huruf ini memiliki arti yang sama, yaitu mengambil api. Tetapi, dalam bahasa Arab, semakin banyak huruf yang digunakan, maka itu menunjukkan tekanan makna yang lebih dibanding kata yang kurang hurufnya, meskipun keduanya memiliki makna yang mirip. Ayat ini mengandung pemberitahuan dari Allah tentang kegoncangan hebat di hari Kiamat, dan tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
2. Al-Amānī الأَمَانِيْ (al-Ḥadīd/57: 14)
Kata al-amānī adalah jamak dari kata umniyyah, isim maṣdar atau kata jadian dari kata manā-yamnī-manyan yang memiliki akar makna menakdirkan. Kalimat manā Allahul-khaira lahū berarti Allah menakdirkan kebaikan baginya. Kematian disebut al-manā dan al-maniyyah karena ia telah ditakdirkan waktunya. Kata umniyyah, jamaknya al-amāni, berarti bersitan dalam hati akan ditakdirkannya sesuatu yang disukainya. Kalimat tamannā al-Kitab berarti membaca Kitab Suci. Disebut demikian karena orang yang membaca Al-Qur’an bila menjumpai ayat rahmat maka ia mengharapkannya, dan bila ia menjumpai ayat tentang azab maka ia berharap dijauhkan darinya. Kata al-amāni disebutkan di tempat lain dalam Al-Qur’an dengan arti kebohongan, yaitu dalam firman Allah, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali bacaan-bacaan belaka..” (al-Baqarah/2: 78). Yang demikian itu karena kalimat tamannā al-qaula berarti merekayasa suatu ucapan. Dan yang dimaksud dengan kata al-amāni di sini adalah angan-angan kosong. Maksudnya, mereka itu tertipu oleh angan-angan kosong bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.














































