Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat Al-Ḥadīd (Besi)
الحديد
Ayat 13 / 29 •  Surat 57 / 114 •  Halaman 539 •  Quarter Hizb 54.5 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Madaniyah

يَوْمَ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوا انْظُرُوْنَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُّوْرِكُمْۚ قِيْلَ ارْجِعُوْا وَرَاۤءَكُمْ فَالْتَمِسُوْا نُوْرًاۗ فَضُرِبَ بَيْنَهُمْ بِسُوْرٍ لَّهٗ بَابٌۗ بَاطِنُهٗ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَظَاهِرُهٗ مِنْ قِبَلِهِ الْعَذَابُۗ

Yauma yaqūlul-munāfiqūna wal-munāfiqātu lil-lażīna āmanunẓurūnā naqtabis min nūrikum, qīlarji‘ū warā'akum faltamisū nūrā(n), faḍuriba bainahum bisūril lahū bāb(un), bāṭinuhū fīhir-raḥmatu wa ẓāhiruhū min qibalihil-‘ażāb(u).

Pada hari (itu juga) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu.” (Kepada mereka) dikatakan, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu).” Lalu, di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di luarnya ada azab.

Makna Surat Al-Hadid Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Balasan bagi orang yang memberi Allah pinjaman yang baik juga akan terlihat pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, “Tunggulah dan jangan tinggalkan kami! Kami ingin mengambil cahayamu untuk menerangi kami.” Dikatakan kepada mereka dengan nada mengejak, “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya yang menyinari dirimu.” Lalu di antara mereka dipasang dinding pemisah yang berpintu. Di sebelah dalam dinding itu ada rahmat dan anugerah bagi orang yang beriman dan beramal saleh, dan di luarnya hanya ada azab dan hukuman bagi orang munafik.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah Allah menyatakan keadaan orang-orang mukmin pada hari Kiamat. Pada ayat ini Allah mengungkapkan bahwa orang-orang munafik pada hari Kiamat itu berseru kepada orang-orang beriman yang mendapatkan kerida-an-Nya dan menjadi penghuni surga. “Tunggulah kami sehingga kita ber-sama menemui Allah serta biarkanlah mengambil sedikit dari cahaya kamu agar kami dapat keluar melalui sinar kamu dari azab yang pedih.”

Lalu permintaan ini dijawab dengan jawaban yang memutuskan harapan mereka serta menimbulkan kesedihan dan kesesalan, yaitu, “Tetaplah kamu di mana kamu berada, carilah di sana cahaya dan jangan mengharapkan dari kami apa yang telah kami perbuat untuk diri kami dari amal saleh, karena tidak akan memberi manfaat bagi seseorang kecuali amal saleh sendiri.”

Yang demikian itu adalah olokan terhadap mereka sebagaimana mereka memperolok-olokkan orang-orang mukmin semasa di dunia ketika mereka berkata: Kami beriman, padahal mereka tidak beriman. Inilah yang dikehendaki dengan firman-Nya;

اَللّٰه يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِيْ طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُوْنَ ١٥

Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan. (al-Baqarah/2: 15)

Maka untuk memberi balasan semua perbuatan mereka, ditetapkanlah bagian yang membatasi tempat orang-orang mukmin dan orang-orang munafik. Bagian yang ditempati orang-orang mukmin adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, sebaliknya bagian yang ditempati oleh orang-orang munafik adalah neraka yang dipenuhi siksa.

Isi Kandungan Kosakata

1. Naqtabis نَقْتَبِسْ (al-Ḥadīd/57: 13)

Kata naqtabis adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata iqtabasa, yang terbentuk dari kata qabasa. Kata qabasa berarti mengambil, sebagaimana dalam kalimat qabasa an-nār yang berarti ia mengambil api. Dari kata tersebut diambil kata al-qibs yang berarti pangkal atau dasar. Dan dari kata ini diambil dari kata qabas yang berarti api yang diambil dari ujung sebuah tongkat. Tampaknya, kedua kata qabasa dan kata iqtabasa yang mendapatkan tambahan dua huruf ini memiliki arti yang sama, yaitu mengambil api. Tetapi, dalam bahasa Arab, semakin banyak huruf yang digunakan, maka itu menunjukkan tekanan makna yang lebih dibanding kata yang kurang hurufnya, meskipun keduanya memiliki makna yang mirip. Ayat ini mengandung pemberitahuan dari Allah tentang kegoncangan hebat di hari Kiamat, dan tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

2. Al-Amānī الأَمَانِيْ (al-Ḥadīd/57: 14)

Kata al-amānī adalah jamak dari kata umniyyah, isim maṣdar atau kata jadian dari kata manā-yamnī-manyan yang memiliki akar makna menakdirkan. Kalimat manā Allahul-khaira lahū berarti Allah menakdirkan kebaikan baginya. Kematian disebut al-manā dan al-maniyyah karena ia telah ditakdirkan waktunya. Kata umniyyah, jamaknya al-amāni, berarti bersitan dalam hati akan ditakdirkannya sesuatu yang disukainya. Kalimat tamannā al-Kitab berarti membaca Kitab Suci. Disebut demikian karena orang yang membaca Al-Qur’an bila menjumpai ayat rahmat maka ia mengharapkannya, dan bila ia menjumpai ayat tentang azab maka ia berharap dijauhkan darinya. Kata al-amāni disebutkan di tempat lain dalam Al-Qur’an dengan arti kebohongan, yaitu dalam firman Allah, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali bacaan-bacaan belaka..” (al-Baqarah/2: 78). Yang demikian itu karena kalimat tamannā al-qaula berarti merekayasa suatu ucapan. Dan yang dimaksud dengan kata al-amāni di sini adalah angan-angan kosong. Maksudnya, mereka itu tertipu oleh angan-angan kosong bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto