Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 15 - Surat Al-Ḥadīd (Besi)
الحديد
Ayat 15 / 29 •  Surat 57 / 114 •  Halaman 539 •  Quarter Hizb 54.5 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Madaniyah

فَالْيَوْمَ لَا يُؤْخَذُ مِنْكُمْ فِدْيَةٌ وَّلَا مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ مَأْوٰىكُمُ النَّارُۗ هِيَ مَوْلٰىكُمْۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Fal-yauma lā yu'khażu minkum fidyatuw wa lā minal-lażīna kafarū, ma'wākumun-nār(u), hiya maulākum, wa bi'sal-maṣīr(u).

Pada hari ini tidak akan diterima tebusan darimu maupun dari orang-orang yang kufur. Tempatmu adalah neraka. Ia adalah tempat berlindungmu dan seburuk-buruk tempat kembali.”

Makna Surat Al-Hadid Ayat 15
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai orang munafik, karena keraguanmu kepada Allah dan janji-Nya, maka pada hari ini, yaitu di akhirat, tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Karena sikapmu itu maka tempat kamu yang sesuai adalah di neraka. Itulah tempat berlindungmu untuk selama-lamanya, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali bagi orang yang ingkar.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menjelaskan akibat tindakan orang-orang munafik. Me-reka akan terus binasa dan tidak ada jalan untuk melepaskan diri dari neraka, yaitu jika salah seorang dari mereka ingin menebus dirinya dari azab dengan tebusan berupa emas sepenuh bumi, tidak juga akan diterima. Me-reka tetap dilempar di dalam neraka sebab tidak ada tempat yang lebih la-yak bagi mereka selain itu. Dan itulah tempat yang paling buruk.

Isi Kandungan Kosakata

1. Naqtabis نَقْتَبِسْ (al-Ḥadīd/57: 13)

Kata naqtabis adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata iqtabasa, yang terbentuk dari kata qabasa. Kata qabasa berarti mengambil, sebagaimana dalam kalimat qabasa an-nār yang berarti ia mengambil api. Dari kata tersebut diambil kata al-qibs yang berarti pangkal atau dasar. Dan dari kata ini diambil dari kata qabas yang berarti api yang diambil dari ujung sebuah tongkat. Tampaknya, kedua kata qabasa dan kata iqtabasa yang mendapatkan tambahan dua huruf ini memiliki arti yang sama, yaitu mengambil api. Tetapi, dalam bahasa Arab, semakin banyak huruf yang digunakan, maka itu menunjukkan tekanan makna yang lebih dibanding kata yang kurang hurufnya, meskipun keduanya memiliki makna yang mirip. Ayat ini mengandung pemberitahuan dari Allah tentang kegoncangan hebat di hari Kiamat, dan tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

2. Al-Amānī الأَمَانِيْ (al-Ḥadīd/57: 14)

Kata al-amānī adalah jamak dari kata umniyyah, isim maṣdar atau kata jadian dari kata manā-yamnī-manyan yang memiliki akar makna menakdirkan. Kalimat manā Allahul-khaira lahū berarti Allah menakdirkan kebaikan baginya. Kematian disebut al-manā dan al-maniyyah karena ia telah ditakdirkan waktunya. Kata umniyyah, jamaknya al-amāni, berarti bersitan dalam hati akan ditakdirkannya sesuatu yang disukainya. Kalimat tamannā al-Kitab berarti membaca Kitab Suci. Disebut demikian karena orang yang membaca Al-Qur’an bila menjumpai ayat rahmat maka ia mengharapkannya, dan bila ia menjumpai ayat tentang azab maka ia berharap dijauhkan darinya. Kata al-amāni disebutkan di tempat lain dalam Al-Qur’an dengan arti kebohongan, yaitu dalam firman Allah, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui al-Kitab (Taurat), kecuali bacaan-bacaan belaka..” (al-Baqarah/2: 78). Yang demikian itu karena kalimat tamannā al-qaula berarti merekayasa suatu ucapan. Dan yang dimaksud dengan kata al-amāni di sini adalah angan-angan kosong. Maksudnya, mereka itu tertipu oleh angan-angan kosong bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto