Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Al-Ḥadīd (Besi)
الحديد
Ayat 16 / 29 •  Surat 57 / 114 •  Halaman 539 •  Quarter Hizb 54.75 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Madaniyah

۞ اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ

Alam ya'ni lil-lażīna āmanū an takhsya‘a qulūbuhum liżikrillāhi wa mā nazala minal-ḥaqq(i), wa lā yakūnū kal-lażīna ūtul-kitāba min qablu faṭāla ‘alaihimul-amadu faqasat qulūbuhum, wa kaṡīrum minhum fāsiqūn(a).

Apakah belum tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman agar hati mereka khusyuk mengingat Allah dan apa yang turun dari kebenaran (Al-Qur’an). Janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.

Makna Surat Al-Hadid Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan balasan bagi orang munafik dan kafir, pada ayat ini Allah memberi teguran kepada orang mukmin yang lalai pada ibadahnya. Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang tidak meragukan janji Allah, untuk secara khusyuk mengingat Allah dengan berzikir dan beribadah, dan mematuhi kebenaran Al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada mereka? Dan janganlah mereka berperilaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, di mana sebagian dari mereka mengingkari hukumnya dan sebagian yang lain menyembunyikan atau mengubah isinya, kemudian mereka melalui masa yang panjang tanpa adanya rasul yang mengingatkan mereka se-hingga pada akhirnya hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik karena tidak ada yang mengingatkan kekeliruannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menegur dan memperingatkan orang-orang mukmin tentang keadaan mereka yang lalai dan terlena. Belum datangkah waktunya bagi orang-orang mukmin untuk mempunyai hati yang lembut, senantiasa mengingat Allah, suka mendengar dan memahami ajaran-ajaran agama mereka, taat dan patuh mengikuti petunjuk-petunjuk kebenaran yang telah diturunkan, yang terbentang di dalam Al-Qur’an.

Selanjutnya orang-orang mukmin diperingatkan agar jangan sekali-kali meniru-niru orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah diberikan Kitab Taurat dan Injil. Sekalipun telah lama dan memakan waktu agak panjang, mereka belum juga mengikuti dan memahami ajaran nabi-nabi mereka, sehingga hati mereka menjadi keras dan sudah membatu, tidak lagi dapat menerima nasihat, tidak membekas pada diri mereka ancaman-ancaman yang ditujukan kepadanya. Mereka mengubah Kitab yang ada di tangan mereka dan ajaran-ajaran Kitab mereka dilempar jauh-jauh. Pendeta dan pastur mereka jadikan tuhan selain Allah, membikin agama tanpa alasan. Kebanyakan mereka menjadi fasik, meninggalkan ajaran-ajaran mereka yang asli. Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِّيْثَاقَهُمْ لَعَنّٰهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوْبَهُمْ قٰسِيَةً ۚ يُحَرِّفُوْنَ الْكَلِمَ عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ وَنَسُوْا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ مِّنْهُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْن َ ١٣

(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (al-Mā’idah/5: 13)

Isi Kandungan Kosakata

1. Alam Ya’ni أَلمَ ْيَأْنِ (al-Ḥadīd/57: 16)

Ya’ni adalah fi‘il muḍāri‘ dari kata anā-ya'nī yang berarti dekat waktunya. Kalimat anā ar-raḥīlu berarti telah dekat waktunya kebe-rangkatan. Menurut al-Anbari, kata al-anā′ berarti sampainya sesuatu ke batas akhirnya. Kalimat anā al-mā'u berarti air itu telah mencapai puncak didihnya. Kata ḥamīmun ān berarti air yang berada dalam puncak didih, sebagaimana di dalam Al-Qur’an Allah berfirman, “Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.” (ar-Raḥmān/55: 44) Darinya diambil kata ‘ainun aniyah yang berarti sumber yang sangat panas, sebagaimana dalam firman Allah, “Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.” (al-Gāsyiyah/88: 5) Dan yang dimaksud dengan kata alam ya'ni di sini adalah tidakkah telah tiba waktunya.

2. Al-Amad الأَمَدُ (al-Ḥadīd/57: 16)

Kata al-amadu berarti batas waktu. Di dalam kalimat Arab disebutkan, mā amaduka? berarti, ‘Kapan kamu lahir?’ Hal itu karena manusia memiliki batas waktu. Yang pertama adalah permulaan dari penciptaannya yang berhenti pada kelahirannya. Dan yang kedua adalah kematian. Jadi, yang dimaksud dengan kata al-amad di sini adalah masa. Dan maksud dari ayat ini adalah Allah melarang orang-orang mukmin untuk berserupa dengan Ahli Kitab sebelum mereka. Mereka tidak menjaga keimanan, sehingga lambat laun iman mereka terkikis oleh waktu, lalu mereka mengubah Kitab Allah, menukarnya dengan keuntungan yang sedikit, serta mengikuti ber-agam pendapat manusia yang menyimpang. Setelah itu, hati mereka men-jadi keras sehingga tidak menerima nasihat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto