اَللّٰهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Allāhu yaḥkumu bainakum yaumal-qiyāmati fīmā kuntum fīhi takhtalifūn(a).
Allah akan memutuskan di antara kamu pada hari Kiamat apa yang selalu kamu perselisihkan.
Allah tidak hanya mengetahui perbuatan kamu yang tampak maupun yang tersembunyi, tetapi juga mengadili di antara kamu pada hari Kiamat sehingga terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar tentang apa yang dahulu, seperti waktu kamu hidup bersama Rasulullah di Madinah, kamu perselisihkan tentang kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu Allah dan kerasulan Nabi Muhammad.
Setelah Allah memerintahkan pada ayat-ayat yang lalu agar Rasulullah berpaling dari orang-orang yang kafir, maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah akan menentukan keputusan dan hukum pada hari Kiamat antara mereka yang berselisih dalam persoalan agama itu, sehingga terbukti mana yang benar dan mana yang salah.
Orang-orang yang beriman mereka bersabar, dan menguatkan keimanan mereka, sebagaimana firman Allah:
فَلِذٰلِكَ فَادْعُ ۚوَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَۚ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ ۚ وَقُلْ اٰمَنْتُ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنْ كِتٰبٍۚ وَاُمِرْتُ لِاَعْدِلَ بَيْنَكُمْ ۗ
Karena itu serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, ”Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. (asy-Syūra/42: 15)
Falā yunāzi’unnaka فَلَا يُنَازِعُنَّكَ (al-Ḥajj/22:67)
Artinya: Janganlah sekali kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini. Kata “yunāzi’unnaka” adalah bentuk muḍari’ dari fi’il māḍī nāza’a نازع. Akar katanya adalah (ن- ز- ع) yang artinya menarik. Arti ini bisa untuk hal yang ḥissi (material, kongkrit) seperti menarik baju dari tempatnya. Bisa juga untuk hal yang maknawi (abstrak) seperti mencabut kecintaan dari hati seseorang. Ungkapan at-tanāzu’ artinya saling menarik, bisa untuk saling mendebat, beradu alasan/pendapat. Ada juga yang mengatakan bahwa ungkapan “nāza’tuhu” artinya aku mengalahkannya. Dari arti ini maka ungkapan “fala yunāzi’unnaka” bisa berarti janganlah sekali-kali mereka mengalahkan kamu, atau janganlah sekali-kali mereka menarik-narik kamu sehingga kamu kalah dalam urusan ini.












































