Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 47 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 47 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 338 •  Quarter Hizb 34.5 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِ وَلَنْ يُّخْلِفَ اللّٰهُ وَعْدَهٗۗ وَاِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَاَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّوْنَ

Wa yasta‘jilūnaka bil-‘ażābi wa lay yukhlifallāhu wa‘dah(ū), wa inna yauman ‘inda rabbika ka'alfi sanatim mimmā ta‘uddūn(a).

Mereka (kaum musyrik Makkah) meminta kepadamu (Nabi Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 47
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Karena mata hati mereka buta dan telinga mereka tertutup, dan mereka dengan sombong dan menantang meminta kepadamu, Muhammad,agar azab yang dijanjikan kepada orang-orang kafir itu disegerakan di dunia ini. Mereka tidak mengetahui bahwa Allah tidak akan pernah menyalahi janji-Nya bahwa azab yang pedih bagi orang-orang kafir itu akan diberikan di akhirat. Dan sungguh, jika mereka menyadari bahwa sehari di sisi Tuhanmu di akhirat seperti seribu tahun menurut perhitunganmu di dunia sehingga merasakan azab sehari saja di dalam neraka sebanding dengan seribu tahun di dunia. Betapa dah-syatnya azab Allah, mengapa mereka menantang?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang musyrik Mekah yang mendustakan ayat-ayat Allah, mengingkari seruan Nabi Muhammad saw, tidak percaya kepada adanya hari Kiamat, mereka meminta kepada Nabi Muhammad saw agar kepada mereka ditimpakan pula azab seperti yang telah ditimpakan kepada umat-umat terdahulu. Permintaan itu mereka lakukan, karena yakin bahwa azab itu tidak akan datang.

Permintaan mereka dijawab Allah bahwa azab yang mereka minta itu pasti datang, karena hal itu merupakan Sunnatullah. Allah sekali-kali tidak akan memungkiri janji-Nya. Hanya saja azab itu ditimpakan kepada mereka pada waktu yang telah ditentukan Allah, tidak menurut waktu yang mereka kehendaki. Waktu kedatangan azab itu hanya Allah sajalah yang me-ngetahuinya, sebagaimana waktu kedatangan azab kepada umat-umat ter- dahulu, yang datang secara tiba-tiba, tanpa diketahui oleh seorang pun darimana dan kapan azab itu datang.

Sebagaimana firman Allah:

اَفَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَّهُمْ نَاۤىِٕمُوْنَۗ ٩٧ اَوَاَمِنَ اَهْلُ الْقُرٰٓى اَنْ يَّأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَّهُمْ يَلْعَبُوْنَ ٩٨

Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? (al-A‘rāf/7: 97-98)

Jika orang-orang musyrik Mekah merasa bahwa telah lama masa berlalu, tetapi azab yang dijanjikan itu belum datang, sehingga mereka berpendapat bahwa azab itu tidak akan datang lagi, maka hendaklah mereka ingat bahwa seribu tahun menurut perasaan mereka adalah sama dengan sehari di sisi Allah. Karena itu hendaklah mereka ingat bahwa Allah pasti menepati janji-Nya setelah berjalan waktu yang lama menurut perasaan mereka. Allah melambatkan kedatangan azab itu bukanlah berarti bahwa Dia telah menyalahi janji yang telah dijanjikan-Nya.

Secara saintis, Ayat ini mensiratkan konsep relativitas waktu. Sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Albert Einstein melalui Teori Relativitas. Sebelumnya, selama hampir 200 tahun, dunia fisika didominasi oleh fisika Newton yang menyatakan bahwa waktu adalah konstan; satu jam adalah sama di mana pun dalam kondisi apa pun.

Contoh berikut akan memberikan ilustrasi tentang konsep waktu yang konstan. Misalkan, Hamzah dan Wildan telah menyamakan waktu di jam tangannya masing-masing. Kemudian, dengan menggunakan sebuah pesawat yang memiliki kecepatan yang tinggi, mendekati kecepatan cahaya, Hamzah berangkat meninggalkan Wildan. Setelah satu jam (menurut jam tanganya) Hamzah kembali dari perjalanannya dan menemui Wildan. Maka, Newton akan mengatakan bahwa Wildan pun akan merasakan bahwa dia telah menunggu Hamzah selama satu jam. Jam tangan Wildan akan menunjukkan waktu yang sama dengan jam tangan Hamzah.

Einstein tidak akan sependapat dengan hal ini. Menurut dia, waktu adalah relatif, bergantung pada kecepatan bergerak dari seseorang atau sesuatu. Jika Hamzah yang bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya merasa telah meninggalkan Wildan selama satu jam (menurut jam di tangannya), maka jam tangan Wildan akan menunjukkan bahwa Hamzah telah pergi selama 10 jam. Jika Hamzah pergi pada pukul 8 pagi, maka ketika dia kembali, jam tangan Hamzah akan menunjukkan waktu pukul 9 pagi, sementara jam tangan Wildan akan menunjukkan jam 18.00 atau jam 6 sore. Demikian pula, apabila pada saat Hamzah dan Wildan sama-sama berumur 20 tahun, kemudian Hamzah bepergian meninggalkan Wildan dengan kecepatan mendekati cahaya selama 5 tahun (menurut waktu Hamzah), maka pada saat mereka bertemu, Hamzah akan berumur 25 tahun, sementara Wildan telah berumur 70 tahun. Demikianlah waktu bersifat relatif.

Al-Qur’an telah mengisyaratkan hal ini semenjak 14 abad yang lalu. Allah mengatur urusan dari langit ke bumi dan kembali lagi ke langit dengan kecepatan yang sangat tinggi sedemikian sehingga semua ini hanya berlangsung satu hari yang lamanya sama dengan 1000 tahun menurut hitungan waktu kita. Relativitas waktu seperti ini juga terdapat dalam as-Sajdah/32:5; al-Ma’ārij/70: 4.

Dalam ayat ini, satu hari setara dengan 50.000 tahun. Hal ini bisa saja terjadi, bergantung kepada kecepatan bergerak dari malaikat.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bi’r Mu’aṭṭalah بِئْرٍ مُعَطَّلَةٍ (al-Ḥajj/22:45)

Artinya sumur yang sudah ditinggalkan. Kata mu’aṭṭalah, akar katanya adalah ع- ط- ل)) menunjukkan arti kosong (khuluw-farag). Dari pengertian asal ini muncul pengertian lain seperti tidak diperhatikan, dibiarkan, dan lain sebagainya terkait dengan konteksnya. Seperti unta yang ditinggalkan dan dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya. Firman Allah ( واذا العشار عطلت ) (at-Takwīr/81:4) artinya “Dan ketika unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan).” Sumur yang sudah tidak digunakan dan tidak dipakai lagi, juga disebut dengan bi’r mu’aṭṭalah sebagaimana pada ayat ini. Baik unta maupun sumur adalah dua kekayaan yang sangat berharga bagi orang arab atau orang yang mendiami padang pasir. Jika kedua hal tersebut sudah tidak diperhatikan lagi atau ditinggalkan, berarti pasti ada hal yang sangat menyibukkan penghuninya sehingga tidak memperdulikannya lagi, apakah mereka lari seperti pada surah at-Takwīr, atau mati seperti pada ayat ini.

2.Qaṣr Masyīd قَصْرٍ مَشِيْدٍ (Al-Hajj/22:45)

Artinya Istana yang tinggi. Kata qaṣr akar katanya adalah ق- ص- ر)) yang mempunyai dua pengertian. Pertama, tidak tercapainya sesuatu pada puncaknya. Salat yang diqasr adalah salat yang tidak disempurnakan. Seperti empat rakaat menjadi dua rakaat. Qaṣr juga lawan dari ṭūl (tinggi). At-taqṣir ialah lalai, lengah, karena tidak dikerjakan dengan sebenarnya. Kedua, tertahan. Allah menggambarkan bidadari surga yang pandangan matanya tidak diarahkan kecuali kepada suaminya sendiri dengan firman-Nya: (قاصرات الطرف ) ar-Raḥmān/55: 56. Begitu juga bidadari yang dipingit dalam rumah/kemah disebutnya sebagai (حور مقصورات فى الخيام) (ar-Raḥmān/55:72). Satu ruangan dalam mesjid, biasanya didekat mihrab, seperti kerangkeng yang diperuntukkan untuk orang penting disebut “maqṣūrah.”

Istana disebut dengan qaṣr karena bangunan istana mengepung orang yang berada didalamnya, sehingga orang yang ada didalamnya seperti tertahan.

Masyīd berakar kata (ش-ي- د) yang berarti tingginya sesuatu. Asy-Syīd الشيد adalah juga berarti benda untuk melabur dinding atau benda campuran untuk membangun. Al-Isyadah adalah mengangkat citra seseorang. Dengan demikian maka ungkapan Qaṣr Masyid bisa berarti istana yang dibangun, didirikan atau ditinggikan.

Sekali lagi qaṣr adalah tempat yang sangat berharga bagi penghuninya. Tapi dosa yang dilakukan oleh mereka menyebabkan mereka dibinasakan oleh Allah. Semua harta peninggalan mereka termasuk qaṣr ditinggal.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto