لَيُدْخِلَنَّهُمْ مُّدْخَلًا يَّرْضَوْنَهٗۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَعَلِيْمٌ حَلِيْمٌ
Layudkhilannahum mudkhalay yarḍaunah(ū), wa innallāha la‘alīmun ḥalīm(un).
Sungguh, Dia (Allah) pasti akan memasukkan mereka ke tempat masuk yang mereka sukai (surga). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
Rezeki baik yang disebut ayat di atas adalah surga. Sungguh, Allah pasti akan memasukkan mereka, orang beriman yang berhijrah pada jalan-Nya, ke tempat masuk, yakni surga dengan segala kenikmatannya yang mereka sukai. Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Allah akan memasukkan semua orang yang terbunuh di jalan-Nya dan orang-orang yang meninggal dalam keadaan hijrah itu ke dalam surga yang penuh kenikmatan di akhirat kelak, sebagai balasan bagi apa yang telah mereka lakukan.
Inilah yang dimaksud dengan rezeki pada ayat 58, dan kapan rezeki itu diberikan-Nya. Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui semua perbuatan yang telah dilakukan oleh orang-orang yang hijrah, mengetahui segala amal yang telah mereka perbuat, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Sebagaimana Allah mengetahui pula perbuatan-perbuatan orang yang zalim. Sekalipun demikian Allah tidak segera menimpakan siksa kepada orang-orang yang zalim, karena Dia juga Maha Penyantun, Allah selalu memberi kesempatan kepada manusia yang berdosa untuk bertobat dan kembali mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan diridai Allah.
1. Mudkhalan مُدْخَلاً (al-Ḥajj/22: 59)
Kata ini adalah bisa berarti maṣdar mimi (kata jadian yang dimulai dengan huruf mim) atau isim makān atau kata yang menunjukkan arti tempat yaitu tempatnya masuk. Jika menjadi maṣdar mimi maka kata ini kedudukannya jadi maf’ul muṭlaq yang gunanya untuk meneguhkan/menguatkan kata kerja sebelumnya. Maka arti ayat tersebut, “Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka dengan memasukkan yang sesungguhnya (ke dalam sorga) yang mereka menyukainya.” Jika menjadi isim makān maka kedudukannya menjadi isim maf’ul. Maka arti ayat tersebut ialah, “Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka kedalam satu tempat (sorga) yang mereka sukai.”
2. Yarḍaunah يَرْضَوْنَهُ (al-Ḥajj/22:59)
Yarḍaun ah adalah bentuk fi’il muḍari’ atau kata kerja dari “riḍa” untuk masa kini dan masa yang akan datang. Riḍa adalah lawan dari benci (sukhṭ). Maka riḍa yang didapat oleh penghuni surga adalah suatu kebahagiaan yang mereka rasakan dari waktu ke waktu dan berlangsung terus berkelanjutan (at-tajaddud al-mustamirr) selama mereka di surga. Tidak ada sedikitpun perasaan jemu atau bosan menikmati kenikmatan surga. Tidak sebagaimana kenikmatan di dunia.








































